Setelah beberapa saat “Kamu mau susu?” Kubilang iya lalu mandi. Selesai mandi ibu memberi susu. Kami berdua minum susu sambil duduk. “Ibu tahu yang tadi juju lakukan tak terpikirkan dan tak sengaja. Tapi, tolong jangan membicarakannya lagi.” “TIDAK bu, kenapa aku harus melupakannya?” “Ibu tak tahu. Kadang kamu melakukan sesuatu tanpa dipikir dahulu.” “Aku takkan melupakannya bu!” Hening. “Apa maksudmu tadi soal ayah?” “Memangnya apa yang kubilang? Aku tak bilang apa – apa.” “Kamu bilang ayah tak bisa dipercaya.” “Aku hanya bilang mungkin. Tapi aku tak yakin.” “Tidak, tadi justru terdengar yakin. Bicara juju!” “Tidak. Memang tak ada apa – apa.” “Ibu mohon ju. Ibu perlu tahu.” “Tidak. Percuma saja tak ada gunanya.” “Ada. Jika juju jujur, ibu bisa mengerti kenapa juju perkosa ibu.” Aku tak enak mendengarnya. “Sekarang kasih tahu ibu yang sebenarnya. Hening. “Juju melihat ayah dan bibi di dekat kandang sapi kemarin.” Hening. “Apa juju yakin? Mungkin mereka hanya sedang ngobrol!” “Tidak bu....