Hari berikutnya pada malam hari aku ML sama riska tapi hanya seperti biasanya saja tidak ada yang istimewa, karna riska sebenarnya type orang yang pendiam kalo lagi ML kemudian kami tertidur sampai pagi harinya riska membangunkanku untuk pamitan mau kekampus, entah dia sudah bangun dari jam berapa tapi kulihat dia memang sudah rapi dan cantik, dia memakai celana jeans beserta baju berkerah, bibirnya yang merah bikin aku gemas dan akhirnya aku kecup dia”ihhhh, belum gosok gigi, masih bau jigong” ejek dia, akhirnya dia pergi juga.
Aku tau riska sebenarnya bukan kekampus tapi ke kos andi (hasil nguping pembicaraannya lewat telepon), aku bergegas mandi dan ganti baju kemudian aku berangkat menuju ke lokasi KKNku, aku pinjem motor temanku di lokasi KKN dan aku tinggal mobilku disitu, aku lajukan motorku kearah kosan andi, saat tikungan terakhir sebelum kos andi, aku terkaget karena motorku di salip sambil di geber oleh sebuah motor sport yang knalpotnya sudah di modifikasi, tentu saja aku maki dia tapi dia berlalu kemudian aku lihat motor itu berhenti didepan kos andi akupun melewatinya sambil melotot tapi dia Cuma mengacuhkannya, aku gak brani teriak memaki karna takut malah memancing perhatian, akhirnya aku parkir motor di belakang kos dekat rerimbunan, akupun berjalan mengendap ke arah posisi yang aku pikir bagus untuk mengintai karna dulu saat kemari aku sudah mencari posisi tersebut dan memang ketemu posisi yang memungkinkan aku mengawasi ke dalam kamar, yaitu di lubang angin kamar itu,akupun langsung pasang posisi pengintaian.
“motor baru rud?” tanya andi pada cowo yang duduk di kursi di dalam kosnya, oh itu ternyata yang riska bilang namanya rudi waktu dia telpon si andi, rudi ini cowok yang juga aku lihat ada di dalam club malam bareng rani,riska, andi dll.
“enggak kok, baru 2 hari, hehe, eh mana si riska?” jawab rudi,
“itu lagi dikamar mandi” balas andi sambil kepalanya menengok kearah kamar mandinya,
“wah, abis kamu pakai ya?” selidik si rudi,
“enggak kok dia lagi kebelet katanya, gatau kebelet apan, kebelet ngentot sama aku mungkin hahaha” tawa rudi,
“eh lagi pada ngomongin aku nih ya? Hhuh dosa tau ngomongin orang” potong riska yang langsung duduk disamping andi
“dosaan mana ngomongin orang atau ngentot?” balas andi sambil mulai menciumnya dengan ganas,
“mmpph dosaan ML,tapi kan enak hihihi” jawaab riska setelah pagutannya terlepas
“main sosor aja kalian, kan ada aku disini” protes si rudi
“yaudah kamu nonton aja, gak usah kebanyakan omong, sana duduk dikursi sebelah itu, dan enjoy the show hehe” kata andi yang langsung mendaratkan ciuman di leher riska yang langsung membuat riska mendongak seperti memasrahkan lehernya.
Saat itu riska memakai sebuah gaun tidur tipis berwarna putih yang entah punya siapa karna aku gak pernah lihat dia memakainya, gaun itu sangat seksi karna memperlihatkan paha mulusnya dan terlihat bayangan celana dalam warna putih. Ciuman andi turun dan kini dia sudah memanjakan payudara riska dengan mulutnya, riska sedari tadi yang sedari tadi menunduk memperhatikan kelakuan andi di payudaranya sambil menahan desahan, terlihat dia mendongakan kepalanya kemudian menatap rudi dengan sayu, sadar dirinya sedang ditatap riska, rudi kemudian mengelus penisnya dari luar celananya yang malah ditingkahi dengan tawa oleh riska, sesaat kemudian andi menyudahi ritual memanjakan payudara riska, kemudian dia menyandarkan diri dipinggiran ranjang, riska yang tau langsung mengambil alih posisi andi yang kemudian langsung menciuminya dengan ganas mulai dari wajah hingga dada andi, kulihat andi mengerang keenakan saat puting susunya dimainin dengan mulut riska,
“oh riska sayang, rudi pengen lihat pantatmu tu, sini emut kontolku sambil tunggingin pantatnya kearah rudi ya sayang” pinta si andi
“wuu aku kan gak sayang kamu ndi” protes riska, tapi kemudian dia beringsut juga turun dari ranjang.
Kemudian kulihat Rska menunggingkan pantatnya yang masih tertutup rok dan celana dalam ke arah rudi, melihat itu rudi mengacungkan jempol ke arah andi kemudian dia menurunkan celananya untuk kemudian dielus elus kontol dia sendiri, hal berbeda terjadi pada andi yang celananya dibukain oleh riska yang kemudian langsung diciumi penis andi itu,
“coba deh lihat lagi ngapain si rudi itu” perintah andi yang diikuti dengan menolehnya wajah riska ke arah rudi, dan melihat rudi sedang mengelus penisnya.
Melihat itu riska tersenyum kemudian kembali melanjutkan memanjakan penis andi dengan mulutnya, kulihat tangan riska kebelakang mengelus pantatnya sendiri dan kemudian dia sedikit demi sedikit menarik bagian bawah gaun tidurnya kedepan sehingga sekarang tampak pemandangan dia sedang menungging dengan celana dalam warna putih tipis yang berenda disampingnya, sungguh sangat seksi sekali apalagi dia sedikit menggoyangkan pantatnya seperti mengundang rudi untuk menjamahnya, sungguh seksi dia melakukan itu saat ada penis dimulutnya dan telihat seperti mengundang orang lain untuk memasukkan penis ke vaginanya, aku sudah tidak tahan ingin rasanya ku merangsek kedalam dan langsung memasukan penisku ke vagina dia, tapi aku Cuma bisa memainkan penisku sendiri. Kulihat andi memberi kode kepada rudi, kemudian berdiri dan mendekati riska, Riska yang masih sibuk memanjakan penis andi dengan mulutnya tidak sadar apa yang andi lakukan saat mengundang Rudi, karena setelah memberi kode ke Rudi terlihat tangan kiri Andi meremas payudara Riska dan tangan kananya mengelus pipi Riska.
“kasian tu rudi Cuma liatin aja, aku suruh dia buat pegang pantatmu aja ya” kata andi
“hmmmmmmppp,gak ah, kan janjinya cuma nonton” jawab riska tanpa menoleh
“kamu gak kasian sama dia? Tega banget sih siksa anak orang sstt, udah ah aku jadi gak tega liatnya, kalo kamu gak mau mending jangan lanjutin aja deh” Protes Rudi sambil dahinya mengernyit karena seperti menahan ngilu di penisnya.
“Hmmmhhmmm, yaudah tapi cuma pegang aja ya” jawab Riska masih tetap memanjakan penis Andi, terdengan suara crep crep sepertinya dia sedang mengecap cairan percum Andi
Mendengar jawaban itu rudi langsung bangkit dan mendekati riska lalu menempelkan telapak tangannya ke pantat riska, riska yang kaget kemudian mendesah dan mendongakkan kepalanya, hal ini langsung disambut andi dengan mencium bibirnya, Kulihat tangan Riska menahan tangan Rudi saat tangan Rudi seperti menggeser ke arah paha bagian dalam Riska.
“Udah nikmatin aja ya, aku yakin kamu seneng kok, bantu aku senengin dia ya Rud” ujar Andi di sela-sela. Riska kemudian mengangguk dan memejamkan matanya.
Kulihat tangan Riska yang tadinya menahan tangan rudi dibagian belakang tubuhnya, kini malah terlihat kembali ke depan dan sepertinya memegang sesuatu, aku yakin dia sedang memainkan penis Andi.
“sayang, katanya rudi cuma mau pegang pantat, kok sekarang malah ngelus ngelus sih? uuuhhhh” protes riska saat Andi sedang menciumi telinganya,
“katanya tadi gak sayang? Kok selarang panggil aku sayang? Hehe, biarin aja ya si rudi, biar penasarannya hilang, kan dia lagi pengen nyenengin kamu juga. kamu ceritain aja yang dia lakuin dibelakang itu ya,”jawab andi,
Memang dengan posisi itu andi tidak dapat melihat apa yang dilakukan rudi karena pandangannya terhalang tubuh riska.
“heeemm, sayang si rudi nakal ni, dia malah ngelus ngelus memekku ni sayang, duhh geli banget sayang memekku, rudi ahhhhhhmmm. Rudi ngapain buka CD aku? duh sayang, harusnya kamu yang bukain CD aku bukannya si Rudi” protes riska tapi dia gak menahan celana dalamnya sehingga sekarang celana dalamnya sudah terlepas dari tubuhnya,
“hehe,nanggung” jawab rudi sambil terkekeh, kulihat rudi menenggelamkan kepalanya ke bongkahan pantat riska,
“sayang, rudi makin nakal ni masa dia ciumin memek aku sih? Sssstt ahhhh, Sayang lidahnya masuk ke memekku ni, duhhhhh, ahh hmmmmmmm,” erang riska sambil melaporkan kelakuan si rudi,
Andi yang daritadi memainkan payudara riska sambil penisnya di kocok riska . Kemudian merespon laporan Riska itu.
“Kamu yang nakal, udah tau pantat kamu montok malah dipamerin ke Rudi, ouhhhh, aduh, jadi ada saingannya kan aku sekarang” Rudi menahan birahinya sambil berusaha mengontrol perasaannya.
“Kan kamu yang suruh sayang, uhhhhh. Sayang ni Rudi tambah kebangetan deh, masa dia jilatin anus aku sihhhhhh uhhhh, hentiin dia dong sayang aku gak kuat bangethhhh “ erang Riska sambil sekarang dia terlihat meremas payudara kanannya sendiri.
”sayang, ayo sini naik masukin kontol aku ke memek kamu, kamu minggir rud, biar riska sama aku dulu” ujar Andi yang sepertinya sudah sangat bernafsu mendengar perkataan pacarku itu.
Kulihat riska merangkak ke arah andi, mengangkangi vaginanya di depan penis andi, kemudian aku lihat dia menuntun penis andi masuk ke vaginanya sambil kudengar dia mendesah, kulihat tubuh riska naik turun menunggangi penis andi. Rudi yang sudah telanjang mendekati riska, kemudian dia mengelus rambut riska, tau apa yang rudi inginkan riska kemudian tersenyum terlihattangannya meraih penis Rudi yang sudah menegang maksimal kemudian menariknya ke mulutnya dan langsung melumat penis rudi, kulihat rudi merem melek merasakan permainan mulut riska,
“hos hos hos, kamu cuma mau main mulut rud? Tu masih ada satu lubang nganggur” tawar andi,
Riska terlihat kaget dan ingin berontak, tapi buru-buru andi menarik badan riska ke pelukannnya dan menguncinya, kulihat rudi langsung memposisikan penisnya didepan lubang anus riska dan meludahi lubang tersebut, kulihat dia mulai berusaha memasukkannya,
“aduhh sakit banget andi, rudi cukup dong” kudengar suara riska agak sesenggukan pertanda dia menangis, tapi rudi tetep melanjutkannya Rudi gak peduli dan tetap melanjutkannya,
Melihat sikap Rudi membuat aku teringat dengan kisah-kisah pembunuh berdarah dingin, dan kulihat Riska seperti sedang menghadapi tokoh yang ada dalam cerita tersebut. Dia berusaha memasukkan penisnya ke anus Riska tanpa mempedulikan Riska yang sesenggukan kesakitan. lalu aku lihat pantat Rudi sudah gak bergerak, sepertinya dia sudah berhasil menanamkan penisnya ke anus Riska dan dia sedang mendiamkannya didalam, mungkin untuk membiasakannya.
Kulihat rudi sudah mulai memompa penisnya di anus riska, kulihat badan riska melengkung dan dia masih membenamkan kepalanya di dada andi, setelah sekitar 10 menit pompaan andi kulihat badan riska sudah terlihat rileks bahkan sekarang aku lihat riska menoleh ke rudi sambil menggigit bibirnya, kudengar riska mengerang
“hunngggggggg, kok jadi enak gini sihh” erang Riska.
“ hmmm, makanya percaya aja sama apa yang diomongin Andi, pasti seneng deh kalo. Uhhh ndi sempit banget ni anusnya, sampe ngilu gini kontolku” Rudi berkata sambil menggerakan pinggulnya pelan.
“Iya makanya Ris percaya sama aku, kan jadi keenakan gitu. Anus dia sempit karna ada kontolku di memeknya Rud, kontolku kan gede hehe” ujar andi tenang, karena dia memang gak menggerakan badannya untuk memompa vagina Riska.
“enggak ungghhh, bukan itu, Riska belum pernah main belakang gitu auhhhh, gak nyangka bakal gini enaknya uh uh uh” Jawab riska sambil mengerang.Kemudian dia melumat bibir Andi dengan ganas.Kulihat Andi menjulurkan lidahnya dan langsung dihisap oleh Riska,
Kemudian Riska agak memundurkan kepalanya tetapi kemudian memajukannya kembali untuk menciumi wajah Andi, enggak,itu bukan ciuman tapi jilatan. Riska menjilati wajah Rudi mulai dari dahi, mata hidung dan bibir, terlihat Andi menjulurkan lidahnya dan terlihat lidah Riska terundang untuk kemudian menempelkan ujung lidahnya ke ujung lidah Andi, kemudian aku lihat lidah mereka saling membelit dan dilanjutkan dengan aksi saling melumat. Hal itu sungguh seksi sekali seperti adegan dalam film porno, tapi aku lihat itu lebih ini jauh lebih seksi dari film porno karena hal itu dilakukan Riska saat ada orang lain yang sedang memompa anusnya dari belakang dan ada penis yang masih tertanam di dalam vaginanya. Bagaimana mungkin dia melakukan tindakannya terhadap Andi dengan sangat tenang dan terlihat sangat menikmati tindakannya terhadap Andi tersebut, karena saat melakukannya Riska terlihat beberapa kali mendesis-desis.
Ini sangat seksi sekali karena dari video porno jepang yang pernah kutonton saat melakukan adegan DP biasanya sang cewe akan menjerit seperti orang kesakitan, tapi hal berbeda terlihat dari Riska, dia seperti tidak merasakan sakit tapi terlihat ekspresinya seperti sangat menikmati, ekspresi seperti itu sering aku lihat saat dia sedang aku pijat badannya yang kadangterasa capek setelah rutinitasnya, ekspresi yang menandakan dia merasa puas. Walaupun terkadang dia juga mengernyitkan dahinya atau menggigit bibirnya. Mungkin hal itu juga karena Rudi memompa anusnya dengan pelan dan hati-hati, mungkinkarena dia tidak ingin menyakiti Riska atau karena memang susah untuk memompanya mengingat masih sempitnya lubang anus Riska.
Tapi memang Riska ini orang pendiam saat melakukan kegiatan bersetubuh, bahkan saat pertama kali kuperawani dia juga dia tidak menjerit ataupun meronta kesakitan, dia hanya diam menggigit bibirnya dan mengernyitkan dahinya yang kemudian berkata lirih bahwa itu sakit. Sesaat kemudian aku melihat darah menetes di antara vaginannya yang menandakan dia memang masih perawan saat itu.
Kejadian itu berlanjut sampai andi dan rudi ejakulasi, beberapa kali aku lihat mereka berubah-rubah posisi saling bergantian, kadang rudi yang memompa vagina riska dan andi memompa anusnya, kadang juga sebaliknya. Saat mereka selesai ejakulasi, mereka istirahat sebentar dan kemudian melanjutkannya kembali aktivitas mereka.
Karna waktu sudah mulai sore akupun mengakhiri acara mengintaiku, karna sudah banyak orang berlalu-lalang, takut ketahuan sedang mengintip malah jadi gawat. Akupun kembali ke posko KKN untuk mengambil mobilku kemudian pulang ke kos. Sekitar jam 7 malam aku lihat rani menulis PM di BBMnya “duuh yang abis makan sandwich ni, gak bagi-bagi ya riska ini”, dan aku lihat riska juga menulis PM di BBMnya “sirik aja rani :p” . Jam 10 malam riska menelponku dia bilang baru sampe kos dan mau langsung tidur, soalnya kegiatan dia padat sekali hari itu.
Akupun langsung merebahkan diri di kasur sambil berpikir, kenapa riska bisa berubah begini, dia jadi binal sekali kalo sama andi, dia juga gak segan mengucapkan kata kotor padahal riska ini sangat sopan orangnya dan akan marah kalo aku ngucapin kata kotor, dia juga jadi cerewet di ranjang padahal selama ML sama aku gak pernah begitu, paling cuma mendesah dan itu juga dia tahan desahannya. Semuanya berubah saat dia mengenal andi dan kejadian di club malam saat itu, sampai sekarang akupun bimbang harus melakukan apa untuk menyelesaikan masalah ini.
Aku tau riska sebenarnya bukan kekampus tapi ke kos andi (hasil nguping pembicaraannya lewat telepon), aku bergegas mandi dan ganti baju kemudian aku berangkat menuju ke lokasi KKNku, aku pinjem motor temanku di lokasi KKN dan aku tinggal mobilku disitu, aku lajukan motorku kearah kosan andi, saat tikungan terakhir sebelum kos andi, aku terkaget karena motorku di salip sambil di geber oleh sebuah motor sport yang knalpotnya sudah di modifikasi, tentu saja aku maki dia tapi dia berlalu kemudian aku lihat motor itu berhenti didepan kos andi akupun melewatinya sambil melotot tapi dia Cuma mengacuhkannya, aku gak brani teriak memaki karna takut malah memancing perhatian, akhirnya aku parkir motor di belakang kos dekat rerimbunan, akupun berjalan mengendap ke arah posisi yang aku pikir bagus untuk mengintai karna dulu saat kemari aku sudah mencari posisi tersebut dan memang ketemu posisi yang memungkinkan aku mengawasi ke dalam kamar, yaitu di lubang angin kamar itu,akupun langsung pasang posisi pengintaian.
“motor baru rud?” tanya andi pada cowo yang duduk di kursi di dalam kosnya, oh itu ternyata yang riska bilang namanya rudi waktu dia telpon si andi, rudi ini cowok yang juga aku lihat ada di dalam club malam bareng rani,riska, andi dll.
“enggak kok, baru 2 hari, hehe, eh mana si riska?” jawab rudi,
“itu lagi dikamar mandi” balas andi sambil kepalanya menengok kearah kamar mandinya,
“wah, abis kamu pakai ya?” selidik si rudi,
“enggak kok dia lagi kebelet katanya, gatau kebelet apan, kebelet ngentot sama aku mungkin hahaha” tawa rudi,
“eh lagi pada ngomongin aku nih ya? Hhuh dosa tau ngomongin orang” potong riska yang langsung duduk disamping andi
“dosaan mana ngomongin orang atau ngentot?” balas andi sambil mulai menciumnya dengan ganas,
“mmpph dosaan ML,tapi kan enak hihihi” jawaab riska setelah pagutannya terlepas
“main sosor aja kalian, kan ada aku disini” protes si rudi
“yaudah kamu nonton aja, gak usah kebanyakan omong, sana duduk dikursi sebelah itu, dan enjoy the show hehe” kata andi yang langsung mendaratkan ciuman di leher riska yang langsung membuat riska mendongak seperti memasrahkan lehernya.
Saat itu riska memakai sebuah gaun tidur tipis berwarna putih yang entah punya siapa karna aku gak pernah lihat dia memakainya, gaun itu sangat seksi karna memperlihatkan paha mulusnya dan terlihat bayangan celana dalam warna putih. Ciuman andi turun dan kini dia sudah memanjakan payudara riska dengan mulutnya, riska sedari tadi yang sedari tadi menunduk memperhatikan kelakuan andi di payudaranya sambil menahan desahan, terlihat dia mendongakan kepalanya kemudian menatap rudi dengan sayu, sadar dirinya sedang ditatap riska, rudi kemudian mengelus penisnya dari luar celananya yang malah ditingkahi dengan tawa oleh riska, sesaat kemudian andi menyudahi ritual memanjakan payudara riska, kemudian dia menyandarkan diri dipinggiran ranjang, riska yang tau langsung mengambil alih posisi andi yang kemudian langsung menciuminya dengan ganas mulai dari wajah hingga dada andi, kulihat andi mengerang keenakan saat puting susunya dimainin dengan mulut riska,
“oh riska sayang, rudi pengen lihat pantatmu tu, sini emut kontolku sambil tunggingin pantatnya kearah rudi ya sayang” pinta si andi
“wuu aku kan gak sayang kamu ndi” protes riska, tapi kemudian dia beringsut juga turun dari ranjang.
Kemudian kulihat Rska menunggingkan pantatnya yang masih tertutup rok dan celana dalam ke arah rudi, melihat itu rudi mengacungkan jempol ke arah andi kemudian dia menurunkan celananya untuk kemudian dielus elus kontol dia sendiri, hal berbeda terjadi pada andi yang celananya dibukain oleh riska yang kemudian langsung diciumi penis andi itu,
“coba deh lihat lagi ngapain si rudi itu” perintah andi yang diikuti dengan menolehnya wajah riska ke arah rudi, dan melihat rudi sedang mengelus penisnya.
Melihat itu riska tersenyum kemudian kembali melanjutkan memanjakan penis andi dengan mulutnya, kulihat tangan riska kebelakang mengelus pantatnya sendiri dan kemudian dia sedikit demi sedikit menarik bagian bawah gaun tidurnya kedepan sehingga sekarang tampak pemandangan dia sedang menungging dengan celana dalam warna putih tipis yang berenda disampingnya, sungguh sangat seksi sekali apalagi dia sedikit menggoyangkan pantatnya seperti mengundang rudi untuk menjamahnya, sungguh seksi dia melakukan itu saat ada penis dimulutnya dan telihat seperti mengundang orang lain untuk memasukkan penis ke vaginanya, aku sudah tidak tahan ingin rasanya ku merangsek kedalam dan langsung memasukan penisku ke vagina dia, tapi aku Cuma bisa memainkan penisku sendiri. Kulihat andi memberi kode kepada rudi, kemudian berdiri dan mendekati riska, Riska yang masih sibuk memanjakan penis andi dengan mulutnya tidak sadar apa yang andi lakukan saat mengundang Rudi, karena setelah memberi kode ke Rudi terlihat tangan kiri Andi meremas payudara Riska dan tangan kananya mengelus pipi Riska.
“kasian tu rudi Cuma liatin aja, aku suruh dia buat pegang pantatmu aja ya” kata andi
“hmmmmmmppp,gak ah, kan janjinya cuma nonton” jawab riska tanpa menoleh
“kamu gak kasian sama dia? Tega banget sih siksa anak orang sstt, udah ah aku jadi gak tega liatnya, kalo kamu gak mau mending jangan lanjutin aja deh” Protes Rudi sambil dahinya mengernyit karena seperti menahan ngilu di penisnya.
“Hmmmhhmmm, yaudah tapi cuma pegang aja ya” jawab Riska masih tetap memanjakan penis Andi, terdengan suara crep crep sepertinya dia sedang mengecap cairan percum Andi
Mendengar jawaban itu rudi langsung bangkit dan mendekati riska lalu menempelkan telapak tangannya ke pantat riska, riska yang kaget kemudian mendesah dan mendongakkan kepalanya, hal ini langsung disambut andi dengan mencium bibirnya, Kulihat tangan Riska menahan tangan Rudi saat tangan Rudi seperti menggeser ke arah paha bagian dalam Riska.
“Udah nikmatin aja ya, aku yakin kamu seneng kok, bantu aku senengin dia ya Rud” ujar Andi di sela-sela. Riska kemudian mengangguk dan memejamkan matanya.
Kulihat tangan Riska yang tadinya menahan tangan rudi dibagian belakang tubuhnya, kini malah terlihat kembali ke depan dan sepertinya memegang sesuatu, aku yakin dia sedang memainkan penis Andi.
“sayang, katanya rudi cuma mau pegang pantat, kok sekarang malah ngelus ngelus sih? uuuhhhh” protes riska saat Andi sedang menciumi telinganya,
“katanya tadi gak sayang? Kok selarang panggil aku sayang? Hehe, biarin aja ya si rudi, biar penasarannya hilang, kan dia lagi pengen nyenengin kamu juga. kamu ceritain aja yang dia lakuin dibelakang itu ya,”jawab andi,
Memang dengan posisi itu andi tidak dapat melihat apa yang dilakukan rudi karena pandangannya terhalang tubuh riska.
“heeemm, sayang si rudi nakal ni, dia malah ngelus ngelus memekku ni sayang, duhh geli banget sayang memekku, rudi ahhhhhhmmm. Rudi ngapain buka CD aku? duh sayang, harusnya kamu yang bukain CD aku bukannya si Rudi” protes riska tapi dia gak menahan celana dalamnya sehingga sekarang celana dalamnya sudah terlepas dari tubuhnya,
“hehe,nanggung” jawab rudi sambil terkekeh, kulihat rudi menenggelamkan kepalanya ke bongkahan pantat riska,
“sayang, rudi makin nakal ni masa dia ciumin memek aku sih? Sssstt ahhhh, Sayang lidahnya masuk ke memekku ni, duhhhhh, ahh hmmmmmmm,” erang riska sambil melaporkan kelakuan si rudi,
Andi yang daritadi memainkan payudara riska sambil penisnya di kocok riska . Kemudian merespon laporan Riska itu.
“Kamu yang nakal, udah tau pantat kamu montok malah dipamerin ke Rudi, ouhhhh, aduh, jadi ada saingannya kan aku sekarang” Rudi menahan birahinya sambil berusaha mengontrol perasaannya.
“Kan kamu yang suruh sayang, uhhhhh. Sayang ni Rudi tambah kebangetan deh, masa dia jilatin anus aku sihhhhhh uhhhh, hentiin dia dong sayang aku gak kuat bangethhhh “ erang Riska sambil sekarang dia terlihat meremas payudara kanannya sendiri.
”sayang, ayo sini naik masukin kontol aku ke memek kamu, kamu minggir rud, biar riska sama aku dulu” ujar Andi yang sepertinya sudah sangat bernafsu mendengar perkataan pacarku itu.
Kulihat riska merangkak ke arah andi, mengangkangi vaginanya di depan penis andi, kemudian aku lihat dia menuntun penis andi masuk ke vaginanya sambil kudengar dia mendesah, kulihat tubuh riska naik turun menunggangi penis andi. Rudi yang sudah telanjang mendekati riska, kemudian dia mengelus rambut riska, tau apa yang rudi inginkan riska kemudian tersenyum terlihattangannya meraih penis Rudi yang sudah menegang maksimal kemudian menariknya ke mulutnya dan langsung melumat penis rudi, kulihat rudi merem melek merasakan permainan mulut riska,
“hos hos hos, kamu cuma mau main mulut rud? Tu masih ada satu lubang nganggur” tawar andi,
Riska terlihat kaget dan ingin berontak, tapi buru-buru andi menarik badan riska ke pelukannnya dan menguncinya, kulihat rudi langsung memposisikan penisnya didepan lubang anus riska dan meludahi lubang tersebut, kulihat dia mulai berusaha memasukkannya,
“aduhh sakit banget andi, rudi cukup dong” kudengar suara riska agak sesenggukan pertanda dia menangis, tapi rudi tetep melanjutkannya Rudi gak peduli dan tetap melanjutkannya,
Melihat sikap Rudi membuat aku teringat dengan kisah-kisah pembunuh berdarah dingin, dan kulihat Riska seperti sedang menghadapi tokoh yang ada dalam cerita tersebut. Dia berusaha memasukkan penisnya ke anus Riska tanpa mempedulikan Riska yang sesenggukan kesakitan. lalu aku lihat pantat Rudi sudah gak bergerak, sepertinya dia sudah berhasil menanamkan penisnya ke anus Riska dan dia sedang mendiamkannya didalam, mungkin untuk membiasakannya.
Kulihat rudi sudah mulai memompa penisnya di anus riska, kulihat badan riska melengkung dan dia masih membenamkan kepalanya di dada andi, setelah sekitar 10 menit pompaan andi kulihat badan riska sudah terlihat rileks bahkan sekarang aku lihat riska menoleh ke rudi sambil menggigit bibirnya, kudengar riska mengerang
“hunngggggggg, kok jadi enak gini sihh” erang Riska.
“ hmmm, makanya percaya aja sama apa yang diomongin Andi, pasti seneng deh kalo. Uhhh ndi sempit banget ni anusnya, sampe ngilu gini kontolku” Rudi berkata sambil menggerakan pinggulnya pelan.
“Iya makanya Ris percaya sama aku, kan jadi keenakan gitu. Anus dia sempit karna ada kontolku di memeknya Rud, kontolku kan gede hehe” ujar andi tenang, karena dia memang gak menggerakan badannya untuk memompa vagina Riska.
“enggak ungghhh, bukan itu, Riska belum pernah main belakang gitu auhhhh, gak nyangka bakal gini enaknya uh uh uh” Jawab riska sambil mengerang.Kemudian dia melumat bibir Andi dengan ganas.Kulihat Andi menjulurkan lidahnya dan langsung dihisap oleh Riska,
Kemudian Riska agak memundurkan kepalanya tetapi kemudian memajukannya kembali untuk menciumi wajah Andi, enggak,itu bukan ciuman tapi jilatan. Riska menjilati wajah Rudi mulai dari dahi, mata hidung dan bibir, terlihat Andi menjulurkan lidahnya dan terlihat lidah Riska terundang untuk kemudian menempelkan ujung lidahnya ke ujung lidah Andi, kemudian aku lihat lidah mereka saling membelit dan dilanjutkan dengan aksi saling melumat. Hal itu sungguh seksi sekali seperti adegan dalam film porno, tapi aku lihat itu lebih ini jauh lebih seksi dari film porno karena hal itu dilakukan Riska saat ada orang lain yang sedang memompa anusnya dari belakang dan ada penis yang masih tertanam di dalam vaginanya. Bagaimana mungkin dia melakukan tindakannya terhadap Andi dengan sangat tenang dan terlihat sangat menikmati tindakannya terhadap Andi tersebut, karena saat melakukannya Riska terlihat beberapa kali mendesis-desis.
Ini sangat seksi sekali karena dari video porno jepang yang pernah kutonton saat melakukan adegan DP biasanya sang cewe akan menjerit seperti orang kesakitan, tapi hal berbeda terlihat dari Riska, dia seperti tidak merasakan sakit tapi terlihat ekspresinya seperti sangat menikmati, ekspresi seperti itu sering aku lihat saat dia sedang aku pijat badannya yang kadangterasa capek setelah rutinitasnya, ekspresi yang menandakan dia merasa puas. Walaupun terkadang dia juga mengernyitkan dahinya atau menggigit bibirnya. Mungkin hal itu juga karena Rudi memompa anusnya dengan pelan dan hati-hati, mungkinkarena dia tidak ingin menyakiti Riska atau karena memang susah untuk memompanya mengingat masih sempitnya lubang anus Riska.
Tapi memang Riska ini orang pendiam saat melakukan kegiatan bersetubuh, bahkan saat pertama kali kuperawani dia juga dia tidak menjerit ataupun meronta kesakitan, dia hanya diam menggigit bibirnya dan mengernyitkan dahinya yang kemudian berkata lirih bahwa itu sakit. Sesaat kemudian aku melihat darah menetes di antara vaginannya yang menandakan dia memang masih perawan saat itu.
Kejadian itu berlanjut sampai andi dan rudi ejakulasi, beberapa kali aku lihat mereka berubah-rubah posisi saling bergantian, kadang rudi yang memompa vagina riska dan andi memompa anusnya, kadang juga sebaliknya. Saat mereka selesai ejakulasi, mereka istirahat sebentar dan kemudian melanjutkannya kembali aktivitas mereka.
Karna waktu sudah mulai sore akupun mengakhiri acara mengintaiku, karna sudah banyak orang berlalu-lalang, takut ketahuan sedang mengintip malah jadi gawat. Akupun kembali ke posko KKN untuk mengambil mobilku kemudian pulang ke kos. Sekitar jam 7 malam aku lihat rani menulis PM di BBMnya “duuh yang abis makan sandwich ni, gak bagi-bagi ya riska ini”, dan aku lihat riska juga menulis PM di BBMnya “sirik aja rani :p” . Jam 10 malam riska menelponku dia bilang baru sampe kos dan mau langsung tidur, soalnya kegiatan dia padat sekali hari itu.
Akupun langsung merebahkan diri di kasur sambil berpikir, kenapa riska bisa berubah begini, dia jadi binal sekali kalo sama andi, dia juga gak segan mengucapkan kata kotor padahal riska ini sangat sopan orangnya dan akan marah kalo aku ngucapin kata kotor, dia juga jadi cerewet di ranjang padahal selama ML sama aku gak pernah begitu, paling cuma mendesah dan itu juga dia tahan desahannya. Semuanya berubah saat dia mengenal andi dan kejadian di club malam saat itu, sampai sekarang akupun bimbang harus melakukan apa untuk menyelesaikan masalah ini.
Komentar