Setelah ini masih ada si kakak mona dan
papa, gak ketinggalan si bibi yang
nungguin di update.
Tapi tenang, updatenya akan ada
menyusul, jangan lupa komeng n
dicendolin dikit biar biar semangat
berkarya.. Hehe..
Lanjutan...
Setelah berapa lama perutku terasa
lapar dan aku terbangun dari tidurku,
aku sudah tidak melihat kehadiran mama
dipangkuanku lagi, mungkin mama sudah
bangun dari tadi, karena sekarang sudah
hampir sore.
Kenapa mama tidak membangunkanku,
mungkin mama malu atau marah, masih
banyak tanda tanya didalam kepalau
saat ini.
Aku belum berani untuk berdiri, apalagi
bertemu muka dengan mama.
Coba kuingat kembali kejadian tadi, aku
masih tidak percaya, seperti mimpi saja
disiang bolong. Dibalik lamunanku, tiba
tiba terdengar suara mama dari
belakang.
"Udah bangun bob? Sepertinya nyenyak
banget ya tidurnya?" Sindir mamaku.
"Em mama, bob ketiduran ya ma."
Jawabku sekenanya. Akupun belum berani
memandang mama, rasa aneh dan takut
bercampur aduk.
"Kenapa sayang? Kok kayaknya lemes
gitu." Tanya mama sambil duduk
disampingku.
"Em gpp ma, bob ma.. mau..!" Belum
selesai aku bicara, mama sudah
menempelkan jari telunjuknya
kemulutku, seolah aku diruruhnya
berhenti bicara. Mungkin mama sudah
tau, karena sebagai seorang ibu pastilah
tau apa yg terjadi dipikiran anaknya.
"Ssstt... Sayang? Sini lihat mama, mau
tau kok kamu mau bilang apa, sudah
sudah ya sayang, mama gak marah kok.
Bobby sayang mama kan?" Mama coba
mencairkan suasana, sambil menglus
rambutku. Tentu saja pikiranku jadi lega
sekarang, mengetahui bahwa mama tidak
marah kaera kejadian tadi.
"Em I..iya.. Mas, bobby sayang banget
sama mama, bob gak mau bikin mama
marah. Bob gak mau mama benci bobby,
maafin bobby ya ma. Bobby salah."
Dengan sedikit berani, akirnya aku
berusaha meyakinkan mama.
"Iya sayang, mama sayang banget sama
bobby. Tapi mama minta satu hal ya
sayang, jangan sampai papa tau
tentang kejadian tadi." Jawab mama.
"Bob janji ma, gak akan ada yang tau
ma."Timpalku.
"Ya sudah, kamu pasti lapar kan, ayo
makan dulu, mama juga belum makan
siang, tadi mama bikinin nasi goreng
buat kita, soalnya bibi keluar, katanya
mau menjenguk sodaranya yang sedang
sakit di RS."
Selesai makan bersama mama, aku
disuruh mama untuk menemaninya
belanja keperluan rumah tangga, karena
biasanya juga bibi yang belanja.
"Abis ini kamu temenin mama ya sayang,
mama mau belanja keperluan dapur,
soalnya bibi paling sampai 3 hari ini baru
bisa kerja lagi." Pinta mama.
"Iya ma, beres dah. Tar bob temenin
mama belanja, kemana aja dah bob siap,
hehe.." Candaku.
"Huu.. Dasar. Tumben baget deh,
biasanya kamu paling malas kalau suruh
temenin belanja belanja gt bob, ato
jangan jangan kamu ada maunya hayo."
Balas mama.
"Ahh perasaan mama aja kali tuh, ya
sudah ma, bob mandi dulu ya, mama gak
mandi juga?"Tanyaku sedikit menggoda.
"Iya nih mama gerah banget, mau cepet
cepet mandi rasanya, ydah sana mandi
dulu bob."Jawab mama.
"Mandi bareng aja yuk ma, hehe.." Godaku
semakin berani.
"Hahaha.. Dasar anak nakal, udah segede
ini masak mau mandi bareng sama
mamanya, kamu tu ada ada aja ya bob
bob."Jawab mama dengan raut wajah
yang sedikit memerah.
"Ya kan gpp ma, bob kan tadi juga dah
liat mama hampir setengah bugil."
Kenakalanku semakin berani.
"Husss.. Gak boleh ngomong gt dong bob.
Malu mama, kamu kan udah gede juga,
udah sana cepetan mandi tar keburu
kesorean, dah ah mama mau mandi dulu."
Balas mama.
"Hehe.. Becanda kok ma."
Kemudian mama pergi kekamarnya untuk
mandi, sedangkan akupun juga pergi
kekamarku untuk mandi, karena memang
tiap kamar dirumah kami memiliki kamar
mandi masing masing. Aku pun bergegas,
kelepas semua pakaianku, kebersihkan
tubuhku dengan air shower.
Tak lama kemudian kudengar pintu
kamarku diketuk, terdengar suara
mama.
"Tok tok tok, bob kamu udah selesai
mandinya?" Teriak mama dari luar
kamar.
"Iyaaa maa, baru aja bob masuk kamar
mandi masak udah selesai sih." Teriaku
dari dalam kamar mandi.
Kemudian ketukan terdengar di kamar
mandiku. Ternyata mama sudah masuk
kedalam kamarku.
"Tok tok, bob bukain pintunya sayang."
Pinta mama.
"Ihhh iya iya ma, bentar bob pake anduk
dulu." Jawabku dari dalam kamar mandi.
Kemusian kubukakan pintu kamar mandi,
saat itu aku sedang mengenakan handuk
dengan kepalau yang masih penuh busa
shampho. Sedangkan mama masih menggu
nakan pakaian piyama. Sepertinya mama
belum mandi, karena kulihat rambutnya
masih kering.
"Loh mama kok belum mandi?tanyaku.
"La tadi katanya kamu mau mandi bareng
mama sayang?" Jawab mama.
"Hehe beneran nih ma, mama mau mandi
bareng sama bob? Katanya tadi malu
ma?" Balasku bertanya.
"Kamu tu ya, godain mama aja dari tadi,
jadi gak nih mandi barengnya?" Tanya
mama.
"Jadilah ma, mama masuk gih. Biar bob
tutup pintu kamar bob sekalian ya ma,
biar aman." jawabku.
"Heh memang mau ngapain kok. Biar
aman segala." Tanya mama sambil
tersenyum genit ke arahku yg sedang
berjalan keluar pintu kamar mandi.
Selesai kukunci pintu kamar, sekarang
kututup pintu kamar mandi, betapa
kagetnya setelah kuberbalik ke arah
mama, mama sudah telanjang bulat
dengan posisi berdiri menghadapku.
Tangan kanannya digunakan menutupi
selangkanganya, sedangkan tangan
kirinya menutupi kedua buah dada mama.
Aku sempat terdian sejenak, tak sadar
aku melamun. Bagaimana tidak, tubuh
bugil mama sekarang ada dihadapanku,
aku bingung harus melakukan apa lagi,
aku sedikit ragu untuk mendekatinya,
tiba tiba lamunanku terpecah ketika
mama menyempotkan air shower ke
arahku.
"Hayyooo ngapain."Teriak mama
mengagetkanku. Sontak aku gelagapan,
dan membuat balutan handuku terlepas,
dan terpampanglah senjataku yang
paling perkasa, yang sudah mulai ON.
Dengan reflek aku menutupi kontolku
yang sudah siap tempur, tapi apa daya,
dengan panjangnya kontolku apalagi
kondisinya ON, tanganku tak cukup
menutupinya,
"Hahahaha... Dasar anak nakal, apaan
itu bob. Ihhh dasar jorok, masak didepan
mama sendiri bisa jadi kayak gitu sih,"
ejek mamaku.
"Duhh ma, apaan sih ma, malu bobby ma."
Jawabku sambil kebingungan mengambil
handuku yg terjatuh, sambil tetap
menutupi kontolku.
"Udah udah, gak usah ditutupin gt
sayang, mama aja gak malu telanjang
didepan kamu,"balas mamaku semakin
nakal.
"Abisnya tubuh mama bagus bgt sih,
siapa yang gak salah tingkah kalau lihat
tubuh mama bugil gini." Jawabku sambil
mulai mendekati mama. Kini kami berdua
sudah sama sama telanjang bulat.
Sungguh tak kusangka, ini adalah momen
paling istimewa dalam hidupku, aku bisa
melihat semua tubuh mama tanpa sehelai
benangpun. Dadanya yang sangat besar
dan menggairahkan, dengan puting
berwarna coklat, ingin segera aku
meremasnya, kontolku semakin keras
ketika kuperhatikan dengan teliti tubuh
bugil mamaku, pantantnya yang besar,
mamaku memang busty, memeknya
tembem tanpa bulu sedikitpun, bahkan
hanya terlihat belahan membentuk garis
lurus sangking tembemnya. Kembali aku
melamun, sungguh terbengong bengong
aku dibikinya.
"Hehh bengong aja dari tadi, katanya
mandi bareng, jadi mandi bareng mama
apa mandi sendiri sendiri ni bob." Tanya
mamaku sambil mulai menyiramkan air
shower ketubuhnya, mulai rambut
mengalir sampai membasahi seluruh
tubuhnya, posisi mama membelakangiku,
aku sentuhpungguhnya, terasa hangat,
ku elus dengan tangan kananku, kurasa
mama memperbolehkan aku untuk
menjamahnya, tidak mau ketinggalan
tangan kiriku kuarahkan kedepan melalui
sela antara lengan dan punggungnya,
mencari keberadaan biah dada mama,
"uhhh kenyal terasa dipermukaan
tanganku, tangan kananku kini sudah
tidak berada dipunggungnya, melainkan
meremas dadanya yang sebelah kanan,
kami saling berhimpitan, kuremas kedua
buah dada mama dengan lembut, dengan
posisi ini aku pastikan mama merasakan
kehangatan kontolku yg tepat menempel
dibelahan bokongnya. Aku gerakan naik
turun bergesekan, seirama dengan
remasan kedua tanganku ke dada mama.
Sesekali cucari puting nya dan kupilin
pilin sehingga membuat tubuh mama
mengejang.
"Emmhhh... Uuhh... Sayang, kamu apain
dada mama, ohhh.. Sstttt... Terusin
sayang." Racau mamaku sambil
mengikuti irama gesekan batang penisku
ke belahan bokongnya.
Kemudian mama memintaku untuk
mengambilkan sabun cair dan menyabuni
seluruh tubuhnya.
"Sabunin mama sayang, biar tambah
licin, pasti kamu akan suka." Pinta mama.
Perlahan aku tuangkan sabun cair
ketelapak tanganku, kusabuni seluruh
tubuh atas mamaku mulai leher,
punggung, dada dan perutnya. bahkan
sepertinya bukan menyabuni melainkan
mengelus elus dan meraba. Sensai luar
biasa kami rasakan saat itu. Kedua big
boob mama semakin terasa nikmat ketika
kuremas semakin keras dengan pelicin
sabun cair.
"Emmmhhhh... Kamu pinter sayang,
lanjutin sayang, uhh..." Desah mama,
kuciumi leher mama dari belakang, kini
telapak tangan mama yang kanan sibuk
mencari cari batang kontolku, sesekali
dikocoknya dari arah belakang.
Sedangkan tangan kiri mama sibuk
membantu tangan kiriku meremas remas
dadanya.
Kugeser tangan kananku kebagian
bawah, dan belum sampai bawah mama
menyuruhku untuk berhenti. Kemudian
mama mengambil posisi menungging
membelakangi ku, aku tau apa yang
mama inginkan, dengan sigap aku
tuangkan sabun cair itu ke belahan
pantat mama dan mulai menyabuninya,
sesekali kugeser tanganku mengenai
lubang memek dan anusnya, seketika
mama mengejang keenakan.
"Ucchhhh... Uhhh.. Enak sayang, gosokin
memek mama sayang, plisss.." Pinta
mamaku dengan kata kata yang sangat
binal.
"Gini ya ma, enak kan ma?" Tanyaku
sambil menyabuni memek mama dari
belakang. Daging itu begitu kenyal, itil
mama tak kubiarkan begitu saja,
kugesek dengan kedua jariku, sesekali
kujepit dan kutarik, semakin berani aku
mencari cari lubang kewanitaan mama
dimana dulu aku pernah dilahirkan.
"Ohhh... Sayang, ohhh... Ja.. Jang..
Jangannn uhhhh..." Desah mama
menikmati sodokan kedua jariku didalam
memeknya, slleepp sleepp sleepp perlahan
tapi pasti, kubuat mamaku ini kesetanan,
kemudian dengan perlahan kuambil posisi
dan mendekatkan batang kontolku
kearah memek mama, sesekali aku
gesekan kutekan, kucari lubang memek
mama yang terasa hangat diujung
kepala kontolku, tidak terlalu sulit
bagiku, karena bantuan sabun cukun
membuat jalan menuju surga mama
semakin mulus, perlahan aku memasukan
kepala kontolku semakin dalam, kemudian
aku tarik dan aku masukan lagi, semakin
dalam dan hampir setangah dari kontolku
terbenam dilubang surga mama, semakin
dalan dan bleeesss akirnya sedikit
dorongan telah membenamkan semua
kontoku sampai pangkalnya kedalan
memek mama, aku diamkan sejenak,
terasa denyutan demi denyutan
menguruh kontolku yg perkasa ini.
Entah setan mana yang sudah merasuki
kami berdua, kesetubuhi tubuh mama
kandungku sendir, kami berdua sangat
menikmati perbuatan terkutuk ini. Apa
daya nafsu sudah menyelimuti kami. Ku
pegang kedua lengan mama dari
belakang, aku tarik kebelakng, dan
kupercepat irama memompa memek
mama, terdengar suara khas kenikmatan
tiada tara,
Cplakk.. Cplak.. Cplak... Kontolku tertelan
habis oleh memek mas, memek mama
terasa legit dan lembek didalam,
"Oh.. Yesss.. Lebih dalem sayang, iya
sayang uhhh.. Mama nikmat banget
sayang, lebih dalem sayang ahhhh....
Uhh... Kontol kamu panjang banget
sayang, mentokin masukin semua
sayang." Racau mama. Gerakan maju
mundur kami semakin cepat dan lebih
cepat, teriakan teriakan aku dan mama
didalam kamar mandi bagai teriakan
orang yang sedang disiksa. Tak bisa
tertahan dan semakin menjadi jadi.
Selang beberapa menit kugenjot mama
dengan doggy style, kucabut kontolku
dari memek mama, mama pun terlihat
agak kecewa dengan ini. Tapi dengan
cepat aku angkat tubuh mama dan
menggendongnya kekamar, kerebahkan
diatas ranjang tidurku, bahkan tubuh
kami masih terbalut air sabun. Kami tidak
menghiraukan itu, nafsu sudah memenui
seluruh isi ruangan, ku tindih tubuh
sintal mama, kupegang kedua dadanya
dan kukulum putingya kanan dan kiri
bergantian dengan ganas.
"Ohh hahhh... Yess ohh.. Sayang, entotin
mama sayang, masukin kontol kamu ke
memek mama sayang, mama sudah gak
tahan, gatal banget memek mama
sayang, ohh ... Yes.. Yess..." Kata kata
itu keluar dari mulut mama, sungguh
mama yang kerasukan nafsu setan.
Akupun tidak mau kalah, kupegang
kontolku dengan masih menindih mama,
kutancapkan kedalam lubang memek
mama, licin sangat, panas terasa memek
mama. Kegenjol dengan cepat sedalam
mungkin, keringat bercucuran
membasahi seluruh tubuh kami, kulumat
bibir mama dengan ganas, begitupun
mama ciumanya sangat buas, sampai
sampai rambutku dijambaknya, sakit
sudah berubah kjadi nikmat tatkalu
birahi sudah menyelimuti kami berdua.
"Sayang, aahhh... lebih cepat sayanggg,
mama udah gak tahan lagiii, ahhh... Mama
mau keluar syang, mama keluar sayang
ahhh mama keluarr, ahhhh....."
Kurasakan memek mama mengeras dan
menjepit kontolku, terasa tersedot
kedalam memek mama, akirnya mama
orgasme untuku. Kupelankan irama
genjotan kontolku, kulihat kearah memek
mama yang berbusa dan mengalir cairan
surga dari memek mamaku. Aku telah
membuat mamaku orgasme, mama
kandungku. Rasa bangga dan puas aku
rasakan. Perlahan aku mulai mencabut
batang kontolku yg masih mengeras,
kulihat tubuh mama mengejang ngejang.
Aku pun mencium kening dan membelai
rambutnya.
"Gimana sayang? Mama puas kan? Bobby
sayang mama." Kataku sambil kukecup
bibir mama.
"Emhhh.. Ahh... Mama puas sayang, kontol
kamu bikin mama kelabakan" balas mama.
Kemudian aku ambil posisi berdiri didepan
mama, mama kusuruh duduk bersimpuh,
kupegang rahang bawah mama dan
kusodorkan kontolku kearah mulutnya,
dengan sigap mama mengulum kontolku
yang masih berlumuran cairan surga dari
memek mamaku sendiri, dikulumnya,
disedot. Terasa nikmat dan hangat
didalam rongga mulut mama. Sesekali
kutekan kepala mama dan kusodokan
kontolku, terasa tenggorokan mama
dimasuki kepala kontolku, mama sangat
lihat dia tau bahwa itu sangat nikmat,
kembali dia menekan dalam dalam
kepalanya kearah kontolku, disedotnya
ujung kontolku, terasa spermaku ingin
meledak didalam mulut mama, dan
akirnya sedotan mama memuntahkan
spermaku sebanyak banyaknya didalam
mulut mama, nikmat tiada tara,
kusemburkan sperma kentalku kedalam
mulut mama, tubuhku mengejang dan
perlahan kontolku mulai menyusut,
kucabut kontolku dari mulut mama, dan
mamapun menjilati sisa sisa sperma
diujung kepala kontolku.
"Uhhh mam, geli kontol bobby ma,"
gumamku.
Kemudian mama membuka mulutnya dan
memperlihatkan spermaku didalam
mulunya, mulut mama hampir dipenuhi
sperma miliku.
Anehnya mama tidak memuntahkanya,
justru mama menatapku tajam tajam
dan gleekk glekkk, mama menelan habis
semua spermaku tadi.
"Ahhh.. Mama haus sayang hahaha..."
Mama menatapku dan tertawa genit,
sambil mencubit pahaku. Mimik wajah
mama sungguh cantik waktu itu,
senyumnya bagaikan malaikat, aku
sayang sekali dengan dia, mamaku.
Mamaku adalah impianku.
Bersambung...
papa, gak ketinggalan si bibi yang
nungguin di update.
Tapi tenang, updatenya akan ada
menyusul, jangan lupa komeng n
dicendolin dikit biar biar semangat
berkarya.. Hehe..
Lanjutan...
Setelah berapa lama perutku terasa
lapar dan aku terbangun dari tidurku,
aku sudah tidak melihat kehadiran mama
dipangkuanku lagi, mungkin mama sudah
bangun dari tadi, karena sekarang sudah
hampir sore.
Kenapa mama tidak membangunkanku,
mungkin mama malu atau marah, masih
banyak tanda tanya didalam kepalau
saat ini.
Aku belum berani untuk berdiri, apalagi
bertemu muka dengan mama.
Coba kuingat kembali kejadian tadi, aku
masih tidak percaya, seperti mimpi saja
disiang bolong. Dibalik lamunanku, tiba
tiba terdengar suara mama dari
belakang.
"Udah bangun bob? Sepertinya nyenyak
banget ya tidurnya?" Sindir mamaku.
"Em mama, bob ketiduran ya ma."
Jawabku sekenanya. Akupun belum berani
memandang mama, rasa aneh dan takut
bercampur aduk.
"Kenapa sayang? Kok kayaknya lemes
gitu." Tanya mama sambil duduk
disampingku.
"Em gpp ma, bob ma.. mau..!" Belum
selesai aku bicara, mama sudah
menempelkan jari telunjuknya
kemulutku, seolah aku diruruhnya
berhenti bicara. Mungkin mama sudah
tau, karena sebagai seorang ibu pastilah
tau apa yg terjadi dipikiran anaknya.
"Ssstt... Sayang? Sini lihat mama, mau
tau kok kamu mau bilang apa, sudah
sudah ya sayang, mama gak marah kok.
Bobby sayang mama kan?" Mama coba
mencairkan suasana, sambil menglus
rambutku. Tentu saja pikiranku jadi lega
sekarang, mengetahui bahwa mama tidak
marah kaera kejadian tadi.
"Em I..iya.. Mas, bobby sayang banget
sama mama, bob gak mau bikin mama
marah. Bob gak mau mama benci bobby,
maafin bobby ya ma. Bobby salah."
Dengan sedikit berani, akirnya aku
berusaha meyakinkan mama.
"Iya sayang, mama sayang banget sama
bobby. Tapi mama minta satu hal ya
sayang, jangan sampai papa tau
tentang kejadian tadi." Jawab mama.
"Bob janji ma, gak akan ada yang tau
ma."Timpalku.
"Ya sudah, kamu pasti lapar kan, ayo
makan dulu, mama juga belum makan
siang, tadi mama bikinin nasi goreng
buat kita, soalnya bibi keluar, katanya
mau menjenguk sodaranya yang sedang
sakit di RS."
Selesai makan bersama mama, aku
disuruh mama untuk menemaninya
belanja keperluan rumah tangga, karena
biasanya juga bibi yang belanja.
"Abis ini kamu temenin mama ya sayang,
mama mau belanja keperluan dapur,
soalnya bibi paling sampai 3 hari ini baru
bisa kerja lagi." Pinta mama.
"Iya ma, beres dah. Tar bob temenin
mama belanja, kemana aja dah bob siap,
hehe.." Candaku.
"Huu.. Dasar. Tumben baget deh,
biasanya kamu paling malas kalau suruh
temenin belanja belanja gt bob, ato
jangan jangan kamu ada maunya hayo."
Balas mama.
"Ahh perasaan mama aja kali tuh, ya
sudah ma, bob mandi dulu ya, mama gak
mandi juga?"Tanyaku sedikit menggoda.
"Iya nih mama gerah banget, mau cepet
cepet mandi rasanya, ydah sana mandi
dulu bob."Jawab mama.
"Mandi bareng aja yuk ma, hehe.." Godaku
semakin berani.
"Hahaha.. Dasar anak nakal, udah segede
ini masak mau mandi bareng sama
mamanya, kamu tu ada ada aja ya bob
bob."Jawab mama dengan raut wajah
yang sedikit memerah.
"Ya kan gpp ma, bob kan tadi juga dah
liat mama hampir setengah bugil."
Kenakalanku semakin berani.
"Husss.. Gak boleh ngomong gt dong bob.
Malu mama, kamu kan udah gede juga,
udah sana cepetan mandi tar keburu
kesorean, dah ah mama mau mandi dulu."
Balas mama.
"Hehe.. Becanda kok ma."
Kemudian mama pergi kekamarnya untuk
mandi, sedangkan akupun juga pergi
kekamarku untuk mandi, karena memang
tiap kamar dirumah kami memiliki kamar
mandi masing masing. Aku pun bergegas,
kelepas semua pakaianku, kebersihkan
tubuhku dengan air shower.
Tak lama kemudian kudengar pintu
kamarku diketuk, terdengar suara
mama.
"Tok tok tok, bob kamu udah selesai
mandinya?" Teriak mama dari luar
kamar.
"Iyaaa maa, baru aja bob masuk kamar
mandi masak udah selesai sih." Teriaku
dari dalam kamar mandi.
Kemudian ketukan terdengar di kamar
mandiku. Ternyata mama sudah masuk
kedalam kamarku.
"Tok tok, bob bukain pintunya sayang."
Pinta mama.
"Ihhh iya iya ma, bentar bob pake anduk
dulu." Jawabku dari dalam kamar mandi.
Kemusian kubukakan pintu kamar mandi,
saat itu aku sedang mengenakan handuk
dengan kepalau yang masih penuh busa
shampho. Sedangkan mama masih menggu
nakan pakaian piyama. Sepertinya mama
belum mandi, karena kulihat rambutnya
masih kering.
"Loh mama kok belum mandi?tanyaku.
"La tadi katanya kamu mau mandi bareng
mama sayang?" Jawab mama.
"Hehe beneran nih ma, mama mau mandi
bareng sama bob? Katanya tadi malu
ma?" Balasku bertanya.
"Kamu tu ya, godain mama aja dari tadi,
jadi gak nih mandi barengnya?" Tanya
mama.
"Jadilah ma, mama masuk gih. Biar bob
tutup pintu kamar bob sekalian ya ma,
biar aman." jawabku.
"Heh memang mau ngapain kok. Biar
aman segala." Tanya mama sambil
tersenyum genit ke arahku yg sedang
berjalan keluar pintu kamar mandi.
Selesai kukunci pintu kamar, sekarang
kututup pintu kamar mandi, betapa
kagetnya setelah kuberbalik ke arah
mama, mama sudah telanjang bulat
dengan posisi berdiri menghadapku.
Tangan kanannya digunakan menutupi
selangkanganya, sedangkan tangan
kirinya menutupi kedua buah dada mama.
Aku sempat terdian sejenak, tak sadar
aku melamun. Bagaimana tidak, tubuh
bugil mama sekarang ada dihadapanku,
aku bingung harus melakukan apa lagi,
aku sedikit ragu untuk mendekatinya,
tiba tiba lamunanku terpecah ketika
mama menyempotkan air shower ke
arahku.
"Hayyooo ngapain."Teriak mama
mengagetkanku. Sontak aku gelagapan,
dan membuat balutan handuku terlepas,
dan terpampanglah senjataku yang
paling perkasa, yang sudah mulai ON.
Dengan reflek aku menutupi kontolku
yang sudah siap tempur, tapi apa daya,
dengan panjangnya kontolku apalagi
kondisinya ON, tanganku tak cukup
menutupinya,
"Hahahaha... Dasar anak nakal, apaan
itu bob. Ihhh dasar jorok, masak didepan
mama sendiri bisa jadi kayak gitu sih,"
ejek mamaku.
"Duhh ma, apaan sih ma, malu bobby ma."
Jawabku sambil kebingungan mengambil
handuku yg terjatuh, sambil tetap
menutupi kontolku.
"Udah udah, gak usah ditutupin gt
sayang, mama aja gak malu telanjang
didepan kamu,"balas mamaku semakin
nakal.
"Abisnya tubuh mama bagus bgt sih,
siapa yang gak salah tingkah kalau lihat
tubuh mama bugil gini." Jawabku sambil
mulai mendekati mama. Kini kami berdua
sudah sama sama telanjang bulat.
Sungguh tak kusangka, ini adalah momen
paling istimewa dalam hidupku, aku bisa
melihat semua tubuh mama tanpa sehelai
benangpun. Dadanya yang sangat besar
dan menggairahkan, dengan puting
berwarna coklat, ingin segera aku
meremasnya, kontolku semakin keras
ketika kuperhatikan dengan teliti tubuh
bugil mamaku, pantantnya yang besar,
mamaku memang busty, memeknya
tembem tanpa bulu sedikitpun, bahkan
hanya terlihat belahan membentuk garis
lurus sangking tembemnya. Kembali aku
melamun, sungguh terbengong bengong
aku dibikinya.
"Hehh bengong aja dari tadi, katanya
mandi bareng, jadi mandi bareng mama
apa mandi sendiri sendiri ni bob." Tanya
mamaku sambil mulai menyiramkan air
shower ketubuhnya, mulai rambut
mengalir sampai membasahi seluruh
tubuhnya, posisi mama membelakangiku,
aku sentuhpungguhnya, terasa hangat,
ku elus dengan tangan kananku, kurasa
mama memperbolehkan aku untuk
menjamahnya, tidak mau ketinggalan
tangan kiriku kuarahkan kedepan melalui
sela antara lengan dan punggungnya,
mencari keberadaan biah dada mama,
"uhhh kenyal terasa dipermukaan
tanganku, tangan kananku kini sudah
tidak berada dipunggungnya, melainkan
meremas dadanya yang sebelah kanan,
kami saling berhimpitan, kuremas kedua
buah dada mama dengan lembut, dengan
posisi ini aku pastikan mama merasakan
kehangatan kontolku yg tepat menempel
dibelahan bokongnya. Aku gerakan naik
turun bergesekan, seirama dengan
remasan kedua tanganku ke dada mama.
Sesekali cucari puting nya dan kupilin
pilin sehingga membuat tubuh mama
mengejang.
"Emmhhh... Uuhh... Sayang, kamu apain
dada mama, ohhh.. Sstttt... Terusin
sayang." Racau mamaku sambil
mengikuti irama gesekan batang penisku
ke belahan bokongnya.
Kemudian mama memintaku untuk
mengambilkan sabun cair dan menyabuni
seluruh tubuhnya.
"Sabunin mama sayang, biar tambah
licin, pasti kamu akan suka." Pinta mama.
Perlahan aku tuangkan sabun cair
ketelapak tanganku, kusabuni seluruh
tubuh atas mamaku mulai leher,
punggung, dada dan perutnya. bahkan
sepertinya bukan menyabuni melainkan
mengelus elus dan meraba. Sensai luar
biasa kami rasakan saat itu. Kedua big
boob mama semakin terasa nikmat ketika
kuremas semakin keras dengan pelicin
sabun cair.
"Emmmhhhh... Kamu pinter sayang,
lanjutin sayang, uhh..." Desah mama,
kuciumi leher mama dari belakang, kini
telapak tangan mama yang kanan sibuk
mencari cari batang kontolku, sesekali
dikocoknya dari arah belakang.
Sedangkan tangan kiri mama sibuk
membantu tangan kiriku meremas remas
dadanya.
Kugeser tangan kananku kebagian
bawah, dan belum sampai bawah mama
menyuruhku untuk berhenti. Kemudian
mama mengambil posisi menungging
membelakangi ku, aku tau apa yang
mama inginkan, dengan sigap aku
tuangkan sabun cair itu ke belahan
pantat mama dan mulai menyabuninya,
sesekali kugeser tanganku mengenai
lubang memek dan anusnya, seketika
mama mengejang keenakan.
"Ucchhhh... Uhhh.. Enak sayang, gosokin
memek mama sayang, plisss.." Pinta
mamaku dengan kata kata yang sangat
binal.
"Gini ya ma, enak kan ma?" Tanyaku
sambil menyabuni memek mama dari
belakang. Daging itu begitu kenyal, itil
mama tak kubiarkan begitu saja,
kugesek dengan kedua jariku, sesekali
kujepit dan kutarik, semakin berani aku
mencari cari lubang kewanitaan mama
dimana dulu aku pernah dilahirkan.
"Ohhh... Sayang, ohhh... Ja.. Jang..
Jangannn uhhhh..." Desah mama
menikmati sodokan kedua jariku didalam
memeknya, slleepp sleepp sleepp perlahan
tapi pasti, kubuat mamaku ini kesetanan,
kemudian dengan perlahan kuambil posisi
dan mendekatkan batang kontolku
kearah memek mama, sesekali aku
gesekan kutekan, kucari lubang memek
mama yang terasa hangat diujung
kepala kontolku, tidak terlalu sulit
bagiku, karena bantuan sabun cukun
membuat jalan menuju surga mama
semakin mulus, perlahan aku memasukan
kepala kontolku semakin dalam, kemudian
aku tarik dan aku masukan lagi, semakin
dalam dan hampir setangah dari kontolku
terbenam dilubang surga mama, semakin
dalan dan bleeesss akirnya sedikit
dorongan telah membenamkan semua
kontoku sampai pangkalnya kedalan
memek mama, aku diamkan sejenak,
terasa denyutan demi denyutan
menguruh kontolku yg perkasa ini.
Entah setan mana yang sudah merasuki
kami berdua, kesetubuhi tubuh mama
kandungku sendir, kami berdua sangat
menikmati perbuatan terkutuk ini. Apa
daya nafsu sudah menyelimuti kami. Ku
pegang kedua lengan mama dari
belakang, aku tarik kebelakng, dan
kupercepat irama memompa memek
mama, terdengar suara khas kenikmatan
tiada tara,
Cplakk.. Cplak.. Cplak... Kontolku tertelan
habis oleh memek mas, memek mama
terasa legit dan lembek didalam,
"Oh.. Yesss.. Lebih dalem sayang, iya
sayang uhhh.. Mama nikmat banget
sayang, lebih dalem sayang ahhhh....
Uhh... Kontol kamu panjang banget
sayang, mentokin masukin semua
sayang." Racau mama. Gerakan maju
mundur kami semakin cepat dan lebih
cepat, teriakan teriakan aku dan mama
didalam kamar mandi bagai teriakan
orang yang sedang disiksa. Tak bisa
tertahan dan semakin menjadi jadi.
Selang beberapa menit kugenjot mama
dengan doggy style, kucabut kontolku
dari memek mama, mama pun terlihat
agak kecewa dengan ini. Tapi dengan
cepat aku angkat tubuh mama dan
menggendongnya kekamar, kerebahkan
diatas ranjang tidurku, bahkan tubuh
kami masih terbalut air sabun. Kami tidak
menghiraukan itu, nafsu sudah memenui
seluruh isi ruangan, ku tindih tubuh
sintal mama, kupegang kedua dadanya
dan kukulum putingya kanan dan kiri
bergantian dengan ganas.
"Ohh hahhh... Yess ohh.. Sayang, entotin
mama sayang, masukin kontol kamu ke
memek mama sayang, mama sudah gak
tahan, gatal banget memek mama
sayang, ohh ... Yes.. Yess..." Kata kata
itu keluar dari mulut mama, sungguh
mama yang kerasukan nafsu setan.
Akupun tidak mau kalah, kupegang
kontolku dengan masih menindih mama,
kutancapkan kedalam lubang memek
mama, licin sangat, panas terasa memek
mama. Kegenjol dengan cepat sedalam
mungkin, keringat bercucuran
membasahi seluruh tubuh kami, kulumat
bibir mama dengan ganas, begitupun
mama ciumanya sangat buas, sampai
sampai rambutku dijambaknya, sakit
sudah berubah kjadi nikmat tatkalu
birahi sudah menyelimuti kami berdua.
"Sayang, aahhh... lebih cepat sayanggg,
mama udah gak tahan lagiii, ahhh... Mama
mau keluar syang, mama keluar sayang
ahhh mama keluarr, ahhhh....."
Kurasakan memek mama mengeras dan
menjepit kontolku, terasa tersedot
kedalam memek mama, akirnya mama
orgasme untuku. Kupelankan irama
genjotan kontolku, kulihat kearah memek
mama yang berbusa dan mengalir cairan
surga dari memek mamaku. Aku telah
membuat mamaku orgasme, mama
kandungku. Rasa bangga dan puas aku
rasakan. Perlahan aku mulai mencabut
batang kontolku yg masih mengeras,
kulihat tubuh mama mengejang ngejang.
Aku pun mencium kening dan membelai
rambutnya.
"Gimana sayang? Mama puas kan? Bobby
sayang mama." Kataku sambil kukecup
bibir mama.
"Emhhh.. Ahh... Mama puas sayang, kontol
kamu bikin mama kelabakan" balas mama.
Kemudian aku ambil posisi berdiri didepan
mama, mama kusuruh duduk bersimpuh,
kupegang rahang bawah mama dan
kusodorkan kontolku kearah mulutnya,
dengan sigap mama mengulum kontolku
yang masih berlumuran cairan surga dari
memek mamaku sendiri, dikulumnya,
disedot. Terasa nikmat dan hangat
didalam rongga mulut mama. Sesekali
kutekan kepala mama dan kusodokan
kontolku, terasa tenggorokan mama
dimasuki kepala kontolku, mama sangat
lihat dia tau bahwa itu sangat nikmat,
kembali dia menekan dalam dalam
kepalanya kearah kontolku, disedotnya
ujung kontolku, terasa spermaku ingin
meledak didalam mulut mama, dan
akirnya sedotan mama memuntahkan
spermaku sebanyak banyaknya didalam
mulut mama, nikmat tiada tara,
kusemburkan sperma kentalku kedalam
mulut mama, tubuhku mengejang dan
perlahan kontolku mulai menyusut,
kucabut kontolku dari mulut mama, dan
mamapun menjilati sisa sisa sperma
diujung kepala kontolku.
"Uhhh mam, geli kontol bobby ma,"
gumamku.
Kemudian mama membuka mulutnya dan
memperlihatkan spermaku didalam
mulunya, mulut mama hampir dipenuhi
sperma miliku.
Anehnya mama tidak memuntahkanya,
justru mama menatapku tajam tajam
dan gleekk glekkk, mama menelan habis
semua spermaku tadi.
"Ahhh.. Mama haus sayang hahaha..."
Mama menatapku dan tertawa genit,
sambil mencubit pahaku. Mimik wajah
mama sungguh cantik waktu itu,
senyumnya bagaikan malaikat, aku
sayang sekali dengan dia, mamaku.
Mamaku adalah impianku.
Bersambung...
Komentar