Namaku Yanti..usia 25 Tahun, menikah
dan sudah punya momongan ,namanya
Septi Ningtyas ,masih berumur 5 tahun,
sekolah TK. Aku tiga bersaudara,
kebetulan aku anak pertama, yg kedua
namanya hardi usia 3 tahun di bawahku
,umur 22,sedangkan yg bungsu masih
sekolah di SMU, umurnya 16
tahun,namanya Nastiti.
Dari sini aku akan mengisahkan sebuah
perjalanan hidupku,yg menurut siapapun
pasti tak layak untuk ditiru..karena aku
akan kisahkan pengalaman pertama
ngeseks aku selain dengan suamiku,
yakni dengan adik kandungku sendiri……
Hari Minggu,sekitar jam 2 siang aku
pergi ke rumah ibuku untuk mengambil
pesanan dua pasang pakaian
batik,untukku dan untuk suamiku,mas
Bambang…karena sudah kebiasaan di
kota kecilku..Kota Klaten,Jawa
Tengah,bila ada resepsi pernikahan atau
acara hajatan lainnya ,para tamu
undangan maupun among tamu ( Para
penerima Tamu ),selalu mengenakan
pakaian khas Jawa,yakni pakaian
batik.Setelah kutitipkan anakku pada
mertuaku, yang kebetulan rumahnya tak
jauh dari rumahku, aku pergi dengan
mengendarai sepeda motor ke rumah
ibuku..karena jaraknya tidak terlalu
jauh..hanya 1 km dari rumahku.Sesampai
di pekarangan rumah yg agak luas dan
rimbun oleh pohon mangga dan rambutan
,sehingga suasananya terasa sejuk…ku
standarkan sepeda motorku di bawah
rimbunnya pohon mangga.
Ku melangkah menuju rumah yg tampak
sepi dengan daun pintu yg tertutup
rapat,…jangan2 tak ada orang di
rumah…pikirku dalam hati.
“Her….Ti…..” Tak ada jawaban,
kucoba putar grendel pintu…”Lho..gak
terkunci…apa pada tidur..ya ? tanyaku
dalam hati..terus kudorong daun pintu,
dan terus masuk menuju ke
belakang,karena kamar ibuku ada paling
belakang,karena ditelpon tadi,ibu bilang
pakaiannya di simpan di meja kamar ibu.
Ada 3 kamar di rumah ini, Yang depan ,
kamarnya adik bungsuku, belakangnya
kamar Herdi, sedangkan kamar ibu
terpisah dibelakang,menghadap ruang
keluarga.Saat aku melintas di depan
pintu kamar Hardi yg tertutup
rapat..kudengar suara cekikikan
seorang wanita…aku sejenak
menghentikan langkahku, dan dengan
pelan2 kudekati pintu kamar hardi,untuk
sekedar ingin tahu dengan siapa Hardi di
dalam kamar. Apa diam -diam Hardi suka
bawa pacarnya masuk ke dalam
kamarnya..saat ibu tidak di rumah..?
Siapa ya ceweknya…? Tanyaku dalam
hati dengan penasaran. Kudekatkan
kupingku ke pintu kamarnya….hening
sejenak….namun tak berapa lama
terdengar desahan dan erangan manja
seorang wanita yg tak begitu jelas
suaranya….
“Lagi pada ngapain mereka…?”
Naluriku sebagai seorang wanita yg
telah berumah tangga, meyakini adanya
percumbuan birahi di dalam kamar adikku.
Aku jd penasaran,siapa wanita yg
tengah Hardi cumbui, di siang hari gini…
Aku coba menempelkan sebelah mataku di
lubang kunci, Ya Tuhan……ada dua
insan telanjang bulat saling tumpang
tindih, dengan bibir saling berpagut
dengan mesranya…Tampak tubuh
keduanya saling meliuk dengan indahnya,
laksana penari erotis ….tengah terbuai
dalam lautan asmara…
Dadaku jadi berdegup kencang
menyaksikan pemandangan yg baru
pertama kali kulihat secara langsung,
pergumulan dua sejoli tengah di mabuk
cinta bergumul dalam luapan
birahi…..bukan seperti yg sering
kutonton dari kaset BF suamiku.Nafasku
jadi terasa sesak dan lututku bergetar
menyaksikan apa yg tengah terjadi di
atas kasur adikku.Namun aku masih
belum jelas melihat wajah gadis yg
tengah berada di bawah dekapan
Hardi..karena terhalang kepala Hardi yg
tengah mencumbunya …tiada hentinya…
Jantungku makin berdegup kencang…
kulitku serasa merinding
semua….perlahan kurasakan kontak
birahi pada bagian sensitifku….terasa
ada yg tengah berdenyut-denyut dari
kemaluanku….terus terang …aku jd
terangsang melihat pemandangan di
depan mataku…walau tak terlihat
seutuhnya…..Semakin kudengar
erangan manjanya…dan rintihan2
kenikmatan….dari dua insan berlainan
jenis yg tengah berpacu dalam
mengarungi samudera kenikmatan…
semakin besar pula nafsu birahi yg
bergolak dalam jiwaku…tak sadar
kuremas kedua payudaraku dan kuelus-
elus juga organ kewanitaanku yg mulai
terasa lembab ,terbakar oleh panasnya
nafsu
yg makin membara. Mataku kupicingkan
lagi makin menempel rapat pd lubang
kunci,demi mendengar rintihan yg makin
keras kudengar dan pergulatan dua
tubuh bugil yg makin seru…tanganku
makin cepat meremas susuku,dan
satunya kumasukkan ke balik celana
dalamku….aku masturbasi seiring
dengan desahan -desahan manja dari
balik pintu.Tak lama kudengar lenguhan
panjang dari mulut mereka.
“eeehhhmmm…mmasss…..Titi…mauuu
…kelluuuaarr r………aaaahhh…………
” Aku jadi kaget setengah mati, saat
gadis yg tengah berada di bawah pelukan
Hardi….ternyata adikku yg
bungsu,Titi…
“Mas juga sudah gak tahannnn…
sayang….ooohhh…mmmmmm
hhhh….”Erang Hardi disela genjotan
pantatnya yg naik turun dengan
cepat..disertai dengan pelukan erat
tangan Titi di leher Hardi, dan sepasang
kakinya dijepitkan ke pinggang Hardi
,seraya mengangkat pantatnya tinggi -
tinggi semakin menekankan memeknya yg
tengah disodok batang kemaluan Hardi.
“mass…ahh…….uuhhh……”Titi
mengerang lagi…….tanda telah
mencapainya. Dan Hardi pun merintih
panjang…dan kulihat terus terdiam
masih menindiah tubuh Titi. Keduanya
masih berpelukan, setelah kelelahan
berburu kenikmatan. Aku yg sudah tak
tahan, makin kegesek vaginaku, terus
kumasukan jari tanganku ke dalam
memekku. Kulihat di dalam sana Hardi
mencabut batang kontolnya dari memek
Titi, Ahh…aku sempat kaget dan kagum
dengan ukuran penis adikku…yg
ternyata ukurannya besar dan panjang,
berbeda dengan kontol suamiku yang
ukurannya biasa-biasa saja. Aku
menelan ludah…dan birahiku semakin
tinggi melihat besar dan panjangnya
kontol adikku, kepala kontolnya kelihatan
merah dan mengkilat oleh cairan kental
mereka berdua.
“sseeeerrrr…..seerrrrr….mani ku
keluar deras…berkali-kali membasahi
dua jariku yg kumasukkan ke
dalamnya.Dengkulku jadi terasa
lemas….dan nafasku sedikit ku tahan
….agar tak menimbulkan suara.Cepet2
ku melangkah dari situ dengan sedikit
jinjit…..menuju pintu keluar. Kututup
rapat pintunya, lantas kutuntun
motorku agak menjauh dari rumah,dan
kustater lalu kunaiki mendekat rumah,
agar disangka mereka aku baru datang,
dan kubunyikan klakson motor matic ku,
…..dengan begitu,mereka bisa dengar
dan segera berpakaian. Aku tidak buru-
buru mengetuk pintu, karena kutahu
mereka butuh waktu untuk mengenakan
pakaiannya kembali, yg sempat
berserakan di lantai dan tempat tidur.
Aku pura-pura membuka jok motorku,
seolah mengontrol bahan bakarnya,
padahal ku tahu bensin masih
penuh.Setelah kuperkirakan mereka
selesai berpakaian, ku panggil-panggil
adikku.
“Tii…..titi……” lantas ku ketok pintu
berulang-ulang,…
“Ya……” sahut adikku dari dalam,tak
lama kemudian membuka pintu. Kulirik
sekilas, Titi hanya mengenakan atasan
kaos tak ber BH, dan span putih, mungkin
karena terburu-buru.
“Eh…mbak Yanti…..kukira siapa…?”
“lagi tidur ya….Ti…?” tanyaku
seakan tak tahu.
“Iya…mbak……sendirian mbak..?”
“Iya….siSepti dititipin mbahnya
( mertuaku) sebentar,mbak cuma mau
ngambil batik yg mbak pesan dari Ibu.”
“oohh…”
Aku terus masuk,dan mengambil batik
dari kamar ibu, setelah pintu kamar
kututup lagi, aku pura-pura bertanya …
“Hardi kemana Ti….?”
“Gak tahu….paling tidur di
kamarnya…?” jawabnya bohong. Aku
cuma tersenyum dalam hati”’
“Har….har….” Kupanggil adikku
sambil kubuka pintu kamar tidurnya yg
tak terkunci,nampak Hardi tengah
tiduran sambil tengkurep.
“Ada apa mbak…?”katanya sambil
menoleh ke arahku , kemudian duduk di
tepi tempat tidur yg barusan dipake buat
bergumul dalam birahi.
“Nanti mbak mau minta tolong benerin
kipas angin,kamu gak ada kerjaan
kan?”tanyaku sambil ku;irik celana
kolornya, yg menonjol ke depan…
pikiranku jd aneh..dan tak karuan
setelah tadi kulihat adegan live
“Berpacu dalam birahi”. Aku jd
terangsang…saat kulihat batang
kemaluannya tercetak dibalik kolornya.
“Kutunggu ya Har….apa bareng
sekalian sama mbak….?”
“Ntar aja mbak…lagian ku mau mandi
dulu…” jawabnya.
“Ya sudah…..mbak pulang dulu….”
Jawabku sambil keluar kamarnya….
Sekitar jam 4 sore, kudengar suara
mesin motor berhenti depan rumahku, yg
tak lain motor adikku.
Saat itu..aku baru selesai mandi dan
masih berbalut handuk. Sengaja kuambil
handuk yang agak kecil, walau handuk
besar juga ada dan tergantung di
cantelan kamar mandi,agar sebagian
auratku
tampak dan terlihat oleh adikku
….karena terus terang saja,setelah
melihat kejadian tadi…aku pun jd
terangsang dan belum sirna sampai
sekarang,bahkan aku jg punya ide gila
untuk bisa merangsang adikku yg
memiliki penis yg besar ,dan ingin
merasakan kenikmatan seperti yg adikku
rasakan tadi.
Aku keluar kamar mandi dengan
menampakan sebagian payudara
montokku,bahkan lingkaran coklat muda
yg menghiasi putingku yg mulai mengeras
karena sudah horny semenjak tadi,
nampak mengintai dari balik lipatan
handukku.Dan paha putih mulusku
sengaja kupamerkan untuk memancing
libido adik laki-lakiku,yang tak bisa
ditutup handuk mungil yg hanya bisa
menutup pahaku sekitar sepuluh centi
dibawah vaginaku.
“Oh..kamu Har….” kataku setelah
Hardi masuk rumah yang pintunya
sengaja tak kututup,dan tampak oleh
sudut mataku , bagaimana adikku
memandang tubuhku tanpa berkedip.Aku
terus masuk kamarku dan memanggilnya.
“Sini Har..nih kipasnya..tolong
ya..perbaiki…sayang kalo beli lagi, ini
juga belum lama beli..tapi kok sudah gak
hidup….”
Hardi melangkah masuk kamarku, dan
aku sedikit menungging, meraih kipas
angin yg hendak diperbaiki, dan kuyakin
saat ini Hardi pasti tengah melihat
bagian intimku yg sengaja kuperlihatkan
padanya, walau seolah aku tak
menyadarinya. Terus terang aku pun tak
pernah menyangka bisa senekad ini, pasti
karena aku telah terbakar nafsu sejak di
rumah orang tuaku tadi, dan tak punya
rasa malu untuk mempertontonkan
sebagian auratku pada adikku
sendiri.Yang ada sekarang adalah
birahiku terasa bergelora dan ingin ada
yg memuaskan hasratku ,akal sehat
telah tertutup oleh hawa nafsu yg
menguasai batinku.
“Mas Bambang kemana mbak, kok gak
kelihatan ?” tanya Hardi sambil
menerima kipas angin yang kusodorkan
padanya, seolah untuk menutupi gejolak
rasa yg tampak dari wajahnya.
“Mas mu kan lagi bantu-bantu di rumah
budhe Siti…lusa kan mau mengadakan
acara hajatan perni-
kahan anaknya , si Marni…” jawabku
sambil berbalik menuju lemari pakaianku
dan menurunkan lilitan handukku ke
pinggangku.Kubiarkan bagian atas
tubuhku terbuka, dan mengambil baju
kaos putih tipis dari dalam lemariku,terus
kupakai tanpa menggunakan BH di
dalamnya. Kubiarkan payudaraku
tercetak dari balik kaosku yg tipis,
memperlihatkan puting mungil yg tampak
tegak mengeras, karena menahan
gejolak nafsu yg tengah aku mainkan
untuk mencoba memancing nafsu lelaki
remaja yang tengah besar-besarnya
gejolak birahinya, walau itu adikku
sendiri.
Hardi keluar kamar dan terus
memperbaiki kipas angin di ruang
depan,sementara aku meraih remot
control dan menyalakan tv sambil tiduran
di kasur lantai depan televisi.Sambil
memilih-milih channel, aku berpikir keras
,bagaimana caranya agar libidoku saat
ini bisa tersalurkan. Aku jadi berpikiran
nakal untuk memancing birahi adikku
,yang mampu membuat dadaku berdesir
manakala kuingat betapa gagahnya penis
adikku disaat berdiri ,panjang dan besar
melebihi punya suamiku.
Jantungku jadi tak karuan memikirkan
kegilaan yg kini aku rasakan,baru kali ini
aku bersikap seperti hilang akal sehatku
dan lebih dikuasai nafsu birahi yg ingin
segera memperoleh penyaluran.
Ada dorongan yg kuat dari dalam jiwaku
tanpa mengindahkan rasa malu dan
etika, desiran kenikmatan perlahan
menjalar menyusuri dinding-dinding
vaginaku, membuat lembab daerah
sensitifku,tersiksa oleh anganku sendiri.
Selang setengah jam, Hardi menenteng
kipas angin yg telah diperbaikinya,m
elangkah mendekatiku yang tengah
terlentang sambil nonton tv, kakiku
sengaja agak kubuka sedikit, dan
tonjolan dadaku jelas terlihat dibalik
baju tipis tanpa bra ,untuk memancing
gejolak jiwa adikku, yg telah
menghanyutkan aku dalam hayalan
nafsu.
“Nih mbak dicoba dulu,kayaknya
sekarang sudah bisa hidup”
“Yang rusak apanya ,Har..?”
“Kabel saklarnya putus…..”
“Dicoba disitu saja ,Har…belakang Tv
”
Adikku langsung membawa kipas angin
kebelakang tv dan mencoba
menyalakannya setelah mencolokkan
kabelnya.
“Hidup lagi mbak…..” kata adikku
sambil melihat ke arahku ,dan sekilas
sorot matanya kulihat menghunjam
tajam ke bukit kembarku.
“Makasih ya Har, kalau gitu tolong
sekalian pasang di kamar ,agar si Septi
nggak kegerahan tidurnya”
Adikku langsung mencabut kabelnya dan
membawanya ke kamar tidurku.Tak lama
kemudian dia balik lagi dan duduk di pojok
sofa sambil ikut nonton tv.
“Kamu gak buru-buru pulang ,kan
Har…?”
“Kenapa emang, mbak..?” adikku balik
bertanya.
“Tolong kerikin mbak,ya…kayaknya
masuk angin…tadi mau minta tolong
sama ibu ( mertua ),si Septi keburu rewel
ingin pulang, begitu nyampe langsung
tidur dia…”kataku mulai mencoba cari
cara agar bisa lebih dekat lagi untuk
sekedar melihat reaksi adikku.Dan sering
kubaca dari cerita2 dewasa, cara itu
biasanya akan lebih memungkinkan untuk
dapat membangkitkan syahwat dua
mahluk berlainan jenis, karena diawali
dari persentuhan dua kulit dan sedikit
menampakkan daerah sensitif akan
membangkitkan libido keduanya.
“Ya udah sini…pake apa
kerokannya….?’tanya adikku lagi
“Ambil body lotion mbak di kamar…di
atas meja rias Har….”
Hardi pun bangkit dari duduknya dan
melangkah menuju kamar.
Aku bangun dan duduk masih sambil
menonton tv, seolah kuanggap biasa-
biasa saja, padahal dalam hatiku tengah
bergemuruh memikirkan langkah apa yg
harus kulakukan, bingung antara
nafsuku pd diri Hardi adikku dan malu
pada dorongan hasratku yg tak bisa
kubendung.
“Dikerokin apanya mbak…lehernya apa
punggungnya..? tanya adikku sambil
duduk di belakangku.
“Semuanya Har..punggung dan leher
sekalian..”
“Nggak sekalian pijet…..biar
komplit…?”tanya adikku dengan nada
canda.
“Kebetulan itu…kalau mau…kebetulan
nih badan pegel banget….”
“Tuh kan…jadi nambah lagi….?’
“Habis…kamu nawarin..”
“Iya dehh….tapi kerokannya sambil
duduk apa sambil tiduran?” tanya
adikku
“Kalau mau terus dipijit sih enakan
sambil telungkup aja…” kataku sambil
melepas kaosku.Tubuh atasku langsung
bugil,karena memang aku tak memakai
bra,lantas ku telungkup di atas kasur
lantai .Hatiku jadi tak karuan sendiri…
menanti tangan adikku menyentuh tubuh
telanjangku dan bahkan nanti mungkin
merabanya dengan pijatan-pijatan
ditubuhku.Hardi menggeser duduknya ke
samping kiriku dan mengoleskan lotion
ketubuhku dengan ujung jarinya.
“Jangan keras-keras ya Har…asal
dikerok aja..” pintaku pada hardi
Hardi tak menjawab,tangannya mulai
mengerik punggungku mulai dari bahuku.
“Sudah lama nggak pernah lihat tubuh
mbak…sekarang tampak lebih bersih
ya..” kata adikku memuji.
“Jangan ngeledek kamu….padahal
tubuh mbak banyak dakinya kan..?
“Bener mbak…tubuh mbak Yanti
bersih..tambah montok lagi…” kata
adikku sambil tangannya terus mengerik
punggungku dari tengah ke samping.
Terkadang terasa geli di tubuhku
manakala kerikannya hampir menyentuh
pinggiran payudaraku yang menonjol
kesamping kiri kanan tubuhku.Tanganku
agak kuangkat ke atas agar tonjolan
payudaraku mendapat sapuan dari mata
adikku yang kuyakini Hardi pun pasti
menikmati suasana ini, seperti yg
kurasakan dalam jiwaku.
“Oouww..jangan terlalu keras Har…”
kataku sambil agak memiringkan badanku
menahan sakit dan geli, hingga bulatan
payudaraku yang putih mengkilap makin
terbuka.
“Ooohh…sorry..sorry…mbak…tak
pelanin lagi…”katanya seraya
berpindah ke pinggangku.
Sekarang kerikan di punggungku seolah
elusan saja..yang membuat nafasku kian
sesak menahan himpitan beban nafsu yg
bergemuruh semenjak tadi.Kini
tangannya berpindah mengerik tubuhku
sebelah kanan ,tanpa menggeser
duduknya,sehingga dengkul dan paha
kanannya menumpang di
bokongku,seakan ditekan-tekan seiring
dengan gerakan tangannya yg terus
mengerik punggungku, membuat
kemaluanku menekan nekan ke kasur
lantai alas tidurku,memberikan sensasi
yg nikmat menjalari tubuhku.Selang
beberapa menit ,selesai sudah
punggungku dikeriknya. Lantas Hardi
mulai
memijat tubuh bugilku dari pinggang
mengarah ke atas. Karena mungkin
posisinya yg tidak nyaman, dia bergeser
dan berjongkok mengangkangi tubuhku,
tanpa banyak bicara. Aku pun jadi lebih
banyak diam menikmati sentuhan halus
tangannya di punggungku,lebih
menyerupai belaian daripada pijatan
yang sesungguhnya. Kugeserkan bantal
penopang dadaku, hingga payudaraku
semakin meluber ke samping,dan ada
rasa nikmat dengan apa yang terjadi
kini,memamerkan auratku kepada adikku
sendiri yang telah mampu membuatku
jadi kelimpungan terbuai nafsu.
“Nah..disitu agak pegel-pegel Har…”
Kataku saat tangan hardi memijit
pinggiran buah dadaku, dan kuharap
Hardi berlama-lama memijit bagian itu
.Sesekali ujung jarinya kurasakan
menyentuh lebih dalam lagi ..dan
kubiarkan saja, sambil kunikmati pijatan
tangannya.Pahnya sesekali ditumpangin
di atas pahaku, dan saat tangannya
memijit bagan tengkukku, kurasakan
pantatnya menekan pantatku.
Jantungku jadi berdegup lebih kencang
,saat pantatku semakin sering ditekan
oleh pantatnya. Karena aku diam saja,
tampaknya Hardi makin berani
saja,sedikit demi sedikit kurasakan benda
keras di selangkangannya menekan
belahan pantatku,bahkan semakin lama
pijatan tangannya keatas kebawah
,diiringi dengan gesekan penis dibalik
celananya naik turun.
Ohhh….betapa nikmat sensasi yang
kurasakan, mendongkrak cairan dalam
rahimku meleleh mebasahi celana
dalamku. Betul-betul kenikmatan langka
dan jarang kudapatkan dengan diawali
oleh perasaan yg berkecamuk antara
nafsu ,ragu dan malu bercmpur jadi
satu.
Namun setelah birahiku mendapat
sambutan dan mulai memuncak,
keraguan dan rasa malu perlahan
sirna,berganti dengan gelombang pasang
bergemuruh seiring desahan halus tak
tertahankan keluar dari bibir mungilku.
“Ssshhhh…..sshhh…..hhhhh……”
Hardi masih terus menggesekan penisnya
di belahan pantatku,sementara
tangannya kini menyentuh pinggiran
buah dadaku yang merambat lebih
kedalam lagi, nafasku semakin terasa
panas dan darahku kian mendidih.Sedikit
kuangkat tubuhku ,agar tangan halus
itu makin mudah memberikan kenikmatan
dan menyapu seluruh bagian payudaraku,
yang telah menanti sejak tadi untuk
dijamahnya.Kubenamkan wajahku pada
bantal, menahan rasa nikmat yg
melumuri jiwaku,sambil kupejamkan
mata ini meresapi tiap sentuh tangan
adik kandungku.Dalam kelembutan
belaiannya,kini kurasakan ada hembus
nafas mendekati telingaku, dan kecupan
bibir menggelitik telingaku,pipi,rambut
dan sentuhan tangan yang membalik
tubuhku untuk terlentang ….hingga
setiap lekuk wajahku dibelai dan disapu
bibir dan lidah adikku. Dan tubuhku yg tak
terbungkus pakaian lagi memamerkan
dua bukit kembar yang putih bersih dan
masih lumayan kenyal, dihiasi dengan
puting coklat muda yg telah keras
mengacung ,menantang untuk dihisap
dan dinikmati.Terus terang…aku yang
sudah merasakan libidoku naik sedari
tadi, dibuat tak berdaya untuk bertahan
lama-lama dalam situasi seperti ini.
Vagina makin basah oleh lendir yang
terus mengalir, setiap sentuhan nikmat
menjalari tubuhku.
“Har…ooohhh…ssshhh….hisap
Har……” mulutku tak ragu lagi untuk
mengerang dalam gelora nikmat yang
menerpa diiringi gelinjang tubuhku dan
remasan gemas dirambut dan punggung
adikku ,yang kini tengah menindihku,
mencium leherku, menjilati dadaku
meremasnya dan menghisap serta
menggigit-gigit puting mungilku.Tak
tahan dengan semua ini, cepat kudorong
sedikit tubuh adikku, kuraih kancing
bajunya dan kulucuti..setelah bajunya
terlepas..kembali adikku menyerang leher
dan bibirku. Lidahnya menyeruak masuk
dan menari dalam rongga mulutku,kedua
tangannya meremas dua bukit
kembarku,memilin putingnya, dan
seketika tangan kanannya melepaskan
cengkraman di payudaraku, menuruni
perutku dan menggelitik pusarku, geli
dan nikmat tak terhingga menyergap
jiwaku melambungkan anganku ke alam
nirwana,nirwana dunia yang teramat
indah. Terus jari jemarinya menyusup ke
celana tipisku. Aku yg sudah sangat
terbuai alunan melodi nafsu yang
menggebu,senantiasa mengangkat tubuh
adikku dan meraih ikat pinggangnya
,lantas kubuka celana panjang dan
celana dalamnya. Secepat kilat
kupelorotkan kebawah dan kujepit
dengan jari kakiku kutarik lagi hingga
terbebaslah penis nan tegak berdiri
dengan gagahnya, yg mampu membuatku
terbang melayang ke alam hayal penuh
birahi,dan kini penis keras dan besar di
depan mataku tak kusia-siakan…kuraih
dan kugenggam serta kuremas dengan
penuh nafsu. Sementara itu bibir adikku
kini bergerilya di puting susu kiriku
,tangan kirinya meremas buah dada
kananku ,dan tangan kananny
membebaskan lembah kenikmatanku dari
celana kolor tipisku, dan terpampanglah
dua bibir yang menjepit klitoris mungilku,
dihiasi bulu-bulu halus yg senantiaa
kurawat dengan rapi . Memekku nampak
semakin basah kuyup, sebagian lendir
membasahi anusku, dan semakin terasa
berkedut-kedut saat jemari adikku
mengelus belahan di selangkanganku
tanpa menghentikan hisapan bibirnya di
puting susuku. Dan jari tengahnya
kini….
“Auuwww….Harr…ssshhh..adduuhhh
….ennaaakk ……ssssshhh….aaa
ahhhh…….”Aku mengerang merasakan
nikmat yang tiada bandingannya, bahkan
dengan suamiku pun aku jarang
mendapatkan sensasi sek yang indah
seperti sekarang ini….Tangan Hardi
bermain dengan lincahnya di bagian
sensitivku, klentitku dijepitnya dengan
ibu jari dan telunjuknya, dipelintir-plin
tir ooohhh…membuat tubuhku seakan
melayang, dan jari tengahnya perlahan
diselusupin menembus lubang surgawi
ku….kuangkat pantatku menerima
sodokan jari tangannya, tanpa
kulepaskan genggaman tanganku dari
kontolnya yg tegak sempurna sambil
kukocok kocok dengan gemas dan…….
“Ooouuugghhhh….sshhhh….HHHaaaa
rrrr….mbaa ak gggaaaakkkk….ta
aaahhhhannnnn….mmoooo..keluuarr
r….AAhhhhh……”Sambil mengejang dan
menggengam batang kontol adikku yang
masih keras…tak kuasa ku menahan
gelombang datang dari dalam
tubuhku..hingga …semburan lendir
kenikmatan mengalir dengan derasnya
dari liang vaginaku
“Cccrrreeetttt…ccrreeetttt….cc
rreetttt….seee rrr..serrrr….” diiringi
dengan kedutan kedutan cepat dan keras
dari dalam rongga vaginaku…..dan saat
itu pula batang penis dalam
genggamanku berkedut.kedut dengan
kerasnya tanda hampir mencapai puncak,
dibarengi dengan remasan di bukit
kembarku makin kencang, hingga
kurasakan sakit-sakit nikmat.
“Aaaakuu….juga….gaak….taahhaaa
nnn….mbbaakk k…aahhhh……..cro
oott….crott….croot….cro oooott.”
lendir hangat menyemprot dengan deras
membasahi perut dan dadaku, sebagian
meleleh lengket dan licin dalam
genggamanku yang tengah mengocok –
ngocok batangnya.Lantas tubuh adikku
menindih lemas diatas tubuh bugilku,
bermandikan keringat seperti juga
diriku, setelah menyelesaikan satu babak
permainan birahi terlarang ,penuh
kenikmatan……
Tak lama kemudian, tubuh adikku
berguling ke samping tubuhku, ditengah
nafasnya yg masih tersengal, dia
palingkan wajahnya ke arahku..
“Maaf ya mbak…..aku tak bisa
menahan……”
Kututup bibirnya dengan jari telunjukku
sebelum melanjutkan kata-katanya,
sambil tersenyum ku berkata…
“Gak usah minta maaf….mbak tak kan
menyalahkanmu, mbak juga salah dan
memang kita berdua salah telah berbuat
seperti ini…tapi apa mau dikata….nafsu
telah menguasai kita..tanpa melihat
siapa kita sebenarnya,walau kita kakak
adik, dan itu terlarang menurut agama.
Tapi sudahlah…kita jalani saja kalau
memang kita suka….yang penting hal ini
jangan sampai tercium oleh orang
lain..selain kita berdua, Karena terus
terang mbak juga jadi tidak bisa
menahan gairah nafsu mbak sendiri.
Kamu menyesal Har…?” tanyaku sambil
kutatap matanya , dan segurat senyum
menghiasi bibirnya.
“Nggak, mbak…justru aku bahagia…
karena mbak mengerti dan bisa
memakluminya….sudah sejak lama aku
menyukai mbak Yanti, tapi ku tak bisa
berbuat apa-apa, karena hal ini tidak
pantas aku lakukan ,mengingat mbak
Yanti kakakku sendiri…Tapi hari ini…
hayalanku jadi kenyataan….aku suka
mbak Yanti..”
“Iya Har..mbak juga sayang
kamu….tapi kita tatap harus jaga
rahasia kita,jangn sampai ada
penyesalan karena keteledoran
kita..kamu tahu kan maksud mbak..?
tanyaku sambil kubelai penisnya yg mulai
lemas. Hardi mengangguk dan mencium
mesra bibirku…
“Aku mengerti sayang…” katanya
sambil tersenyum
“Ihhh…adikku ini pinter
ngegombal……” kataku sambil kucubit
lembut pinggangnya.
“Emang aku sayang kok….”timpalnya
“Udah ah…pake pakaiannya dulu,takut
ada orang….” kataku sembari bangun
meraih kaosku yang tergeletak dibawah
kakiku.
“tapi mbak..aku masih ingin…”
“Sudah..nanti diterusin malam aja
kalau masih ingin…kamu tidur di sini aja,
sambil nemenin mbak, mas Bambang kan
nggak pulang hari ini..dia nginep di rumah
budhe nya,jadi nanti mbak bilang sama
ibu agar kamu nemenin mbak, soalnya
mbak takut snediri di rumah…biar nggak
curiga apa-apa…”
“Kalu gitu sih…aku nggak mau mbak…
nggak mau nolak..gitu….”
“Uuuhhh…bisa aja kamu….sudah pake
tuh celananya..nanti senjatanya
meledak lagi……”
********
Selepas maghrib, suasana terasa sepi,
hanya suara jengkrik dan binatang2
malam yg terdengar mendendangkan
nyanyian-nyanyian alam diiringi angin
semilir berhembus menerpa daun-daun
bambu gemersik di belakang rumah.
Bulan sabit tampak menggantung
mengintip dari balik jemari ranting pohon
akasia ,menghiasi malam yg kian sunyi.
Setelah selesai makan,kami mengobrol
sambil nonton tv di ruang tengah,diiringi
canda mesra dengan Hardi,walau sedikit
sembunyi2 dari anakku. Aku tak mau
anakku keceplosan ngomong sama
suamiku ,jika perbuatanku nanti terlihat
begitu mesra dengan adikku, karena
anak seumuran dia akn berkata jujur
dengan apa yg dilihatnya.
“Ssstt….” sambil bibirku ku majukan
ke arah anakku,saat Tangan Hardi
menyelinap di bawah ketiakku, meremas
lembut bukit kembarku.
“Nggak lihat kok…aku ngaceng lagi
nih,mbak….”kata Hardi sambil
tangannya tetap meremas-remas
buah dadaku yang perlahan putingnya
tegak mengacung, karena rangsangan
adikku.
Tangan kiriku kutumpangkan ke atas
kemluannya yg menggelembung di balik
celananya.
Birahiku perlahan meninggi juga, saat
tangan Hardi menyusup dari bawah
kaosku memilin -milin puting susuku,dan
remasan tanganku makin agresif pada
kemaluan Hardi yg kian mengeras bak
sebatang kayu, diiringi desis pelan bibirku
yg tak bisa menahan letupan rangsangan
dari jemeri adikku.Sadar akan situasi
yang kurang tepat,lantas aku minta
Hardi untuk menghentikan dulu
agresinya,
“Ntar aja Har, nunggu Septi tidur,
sayang kalau dikeluarin sekarang..nanti
keburu loyo lho…?”
“Habis aku gak sabar, mbak…”
“Tahan dulu sayang..nanti juga mbak
kasihkan semuanya…..nunggu dia tidur
dulu,nanti kebablasan di sini malah kita
yang repot…..ya..” pintaku sambil
kukecup bibirnya . Perlahan tangannya
ditarik dari balik kaosku,septi tampak
asyik dengan tv nya sambil membelakangi
kami.
Nafsuku juga memang sudah menjalari
peredaran darahku, namun kutahan
sambil membujuk anakku agar cepat
tidur.
“Bobo yuk sayang…ibu udah ngantuk
nih…” ajakku pada anakku yg masih
duduk depan tv.
“belum ngantuk,ma….” Jawab anakku
sambil gelengkan kepala.
“Kan besok mau ke tempat mbah
Siti….ayah juga kan di sana…jadi kita
bisa berangkat pagi-pagi sayaaang..”
rayuku agar anakku mau beranjak tidur.
“Bentar lagi ah…..belum ngantuk….”
rengek anakku
“Ya sudah nonton sendiri ya..ibu mau
tidur..om Hardi juga mau tidur….besok
kalu septi kesiangan bangunnya ,ibu
tinggal lho,biar Septi sama om Hardi di
rumah…” Siasatku berhasil, Septi
berdiri dan pergi ke kamar tidur
mengikutiku.
Hardi tampak tak sabar menunggu saat-
saat pelayaran mengrungi samudera
asmara,sementara dibalik celananya
sang adik masih tegang menanti…begitu
juga memekku sudah berkedut ingin
segera menyambut kedatangannya, ingin
segera dielus dan diselami
kedalamannya…..
sekitar 20 menit kukeloni anakku,dan
menahan himpitan birahiku, akhirnya
anakku tidur juga ,walau belum terlihat
pulas.Perlahan ku beringsut dari atas
kasur, dan keluar menghampiri hardi yg
wajahnya tampak semringah…..
“Sudah tidur,mbak…..?”tanyanya gak
sabar.
“Sudah…kayaknya sudah nggak sabar
nih adikku ini..?”Jawabku sambil duduk
di samping kiri adikku.
“Tahu aja…..habis sakit nih…tegang
terus…..” sambil menunjuk ke arah
penisnya.
“Kaciaannn…sini keluarin…..biar gak
sakit lagi dedeknya….” Kataku sambil
membuka resleting celananya, kulorotin
ke bawah,sekali tarik keluar rudal yg
tegang dan keras serta berukuran super
mengacung-acung bebas..tangan Hardi
tak tinggal diam..dia buka ikat pinggang
yang melilit dan membuka pengait celana
panjangnya lantas diturunin sebatas
paha, membuat penisnya semakin nampak
jelas makin membuatku horny, dihiasi
bulu lebat sampai ke buah zakarnya.Tak
puas dengan mengocok…lantas aku
jongkok sambil kutarik lepas celananya,
kusapu kepala penis yg memerah itu
dengan ujung lidahku. Kaos yang kupakai
ditarik adikku hingga tergantunglah
dengan indahnya payudara
montokku,bukannya memuji diri sendiri,
tapi walaupun aku sudah punya anak,
memeng buah dadaku masih kenyal dan
padat, karena aku tak pernah menyusui
anakku.Septi kubesarkan dengan susu
sapi, karena saat aku melahirkan bayi
Septi, ASI ku sangat sedikit,jadi
kuputuskan untuk kususui dengan susu
bubuk saja, hingga umur tiga tahun.
Batang penis Hardi kian kaku,dan sedikit
mengeluarkan lendir bening, saat kijilati
lubang kemihnya diiringi dengan erangan
nikmat dari bibirnya. Tetek ku tak lepas
dari remasan kedua tangannya, puting
mungil mengacung sesekali dipilin-pilinny
a makin membuat sukamaku
terbang.Wajahku tak luput dari serbuan
bibirnya , disertai hembusan nafasnya yg
kian memanas menerpa wajahku.
Seketika aku ditariknya berdiri oleh
adikku, dengan sigap kedua tangannya
menarik celana yang kukenakan berikut
cd nya hingga bugil. Jembut halus dan
lebat yng menutupi vaginaku
disibaknya.Bokongku ditariknya dan
mulutnya nyosor dengan cepatnya
menyibak bulu-bulu yg menghalangi liang
vaginaku.Aku sedikit membuka kakiku
untuk mempermudahnya memainkan
vaginaku. Lidahnya menari-nari dengan
lincah dibelahan memekku, ditambah
klitoris yg menyembul imut digelitik
dengan ujung lidahnya,membuat aku tak
sadar menjambak rambut adikku dan
kutenggelamkan wajahnya dalam
selangkanganku.Sapuan lidahnya makin
liar,terkadang masuk mengucek-ngucek
lubang kenikmatanku,kadang klitorisku
dijepit keras dengan kedua bibirnya dan
ditarik-tarik keluar membuat aliran
darahku seakan terhenti..berganti
dengan aliran lendir asmara perlahan
meleleh dari rahimku.Kuakui..Hardi lebih
mampu memberikan keindahan dalam
bermain seks daripada suamiku yang
kurang agresif dalam bercinta. Cairan
kenikmatanku dijilati dengan lahapnya.
Bokongku tak lepas dari cengkraman
jari-jarinya dan diremas-remas dengan
gemasnya.Lututku serasa goyah dan tak
tahan lagi berdiri,Kutarik baju yang
masih dikenakannya,setelah kami sama-
sama telanjang, kujatuhkan tubuhku
diatas tubuh adikku, hingga Hardi
terlentang daiatas sofa dan melepaskan
serangan gencarnya di bagian
sensitifku. Kini aku ambil inisiatif
menciumu setiap lekuk wajahnya, kugigit
lembut kupingnya, kujilati lubangnya,
hingga adikku tampak menganggkat
bahunya menahan geli dan nikmat yg
berpadu jadi satu, tangan kananku
mengocok kemaluannya yg telah basah
oleh lendir yg kian licin melumuri kepala
penisnya, hingga kocokannku makin
lancar naik turun dari kepala hingga
pangkalnya.Kulumat dan kugigit lembut
bibirnya, kumasukan lidahku ke dalam
mulutny, lidah kami saling menyerang dan
berbelit liar, semakin becek oleh liur
birahi,syarafku makin tegang serta
tubuhku semakin panas membara.
“Aduuh mbakkk…aku tak
tahaaannnn….masukin yaaa…..?”
Pinta adikku sambil meremas kuat di
kedua payudaraku, setelah pagutan
kedua bibir kami terlepas.
Aku hanya bergumam saja disela
kulumanku di puting susu kiri Hardi.
Kedua tangan Hardi seketika
mengangkat tubuhku dan menariknya ke
bawah, hanya beralaskan kasur lantai
yang tipis. Kedua kakiku
dikangkangkannya, aku pun tak sabar
segera menarik tubuhnya sambil kutekuk
kakiku dan kubuka lebar -lebar.Kuraih
batang keras yg mulai licin dan sudah
tegak sempurna, dan kuarahkan ke pintu
masuk kenikmatan duniawi. Hardi pun
seakan tak kuasa lagi menunggu lebih
lama untuk menyusuri lorong-lorong
kenikmatanku,langsung menekan
pantatnya setelah ujung kontolnya
menempel di belahan vagina merekahku
tanpa hambatan, Blleeesssss…………
.crookkk….
Terdengar sedikit keciprak becek dalam
vaginaku yang telah berlendir karena tak
kuasa lagi menehan kenikmatan yang
baru aku alami bersama orang lain,selain
suamiku sendiri. Hardi,..adiikku orang
pertama yang mampu mebangkitkan
nafsuku dan mampu mendobrak pagar
ayuku…dan mampu memberikan
keindahan yang berbeda dalam
percintaan dan persenggamaan.
“Ssssssshh…..” desisku tak kuasa
kutahan mengiringi getaran nikmat saat
kapala penis yg besar dan panjang
melesak dalam vaginaku, hingga
menyentuh rahimku.
“Aaahhh….sss…” Hardipun
merasakan sensasinya yang luar biasa
saat pertama kalinya tenggelam dalam
kemeluanku.
Perlahan ditariknya ke atas batang
penisnya dan ditekan lagi penuh perasaan
dengan irama yg teratur,sambil
kunikmati setiap sodokan penisnya,
kuikuti iramanya, pantatku naik turun
mengiringi irama genjotannya. Naik
turun dengan lembut,namaun lama
kelamaan sodokan demi sodokan
diarahkannya semakin cepat, disela
nafasnya dan nafasku yang makin
memburu….lendirku makin banyak dan
syaraf-syaraf vaginaku makin
menegang..
“Ssshhh…..aaahhhh….HHaaarrr,,,
,enaaaakk sseeekkkaallliii …
uuuuhhhh…..mmbbaakk
gggaakkktahhhaannn…….”
Demi mendengar rintihanku…,Hardi
makin menggenjotku lebih cepat dan lebih
dalam, gesekan kontol gedenya
memberikan gesekan yg luar biasa
nikmatnya…ada rasa ngilu…namun
terasa lebih nikmat , mungkin karena
ukurannya yg besar panjang itu hingga
terasa sesak dalam lobang
memekku.Bulu-bulu kemaluannya yang
lebat dan kaku, seakan ikut memainkan
peranan dalam menggelitik klitorisku,
terasa geli dan ooohhh…sungguh nikmat
bangeet……
Sungguh , aku dibuatnya tak bisa
menahan lebih lama lagi dalam menerima
kenikmatan yg adikku berikan…
“Leebh cepaaat…HHHHaar
rrrr,mmbbaakkkk mmoooo
kkellluuaaarrrr……….”
Tak tahan lagi akhirnya kepalaku terasa
pening, pandangan mataku mengabur
dan tak mampu lagi untuk
terbuka…..kernyit dahi dan mataku
terpejam rapat menghiasi raut wajahku
mengiringi gelora air maniku yang tak
kuas lagi kubendung……kakiku dengan
refleks mengikat kuat pinggang adikku…
dan……erangan penghantar
kenikmatam keluar dengan seketika.
“AAAhhhhh…..ssssshhhhhh ……
ccrreeettttt….cretttttttt…….
ccrreeettt ……croot..croott….”
Bibirku tak sanggup lagi bersuara..diten
gah nafasku yg tersengal, kurasakan
keudtan dari batang kemaluan adikku
juga makin cepat , sambil mengejang dan
memeluk erat tubuhku ,dibenamkanlah
wajahnya di leherku, bareng dengan
semakin menekan nya kepala penis di
liang surgawiku.
“OOOhhhhh…mbbaakkk,….ennnaaakk
kk….nnbbaaakkk k……hhhheeeeeegg
jhhhh…..”
CCrroooottt….ccrroooottt…croooottt..
entah berapa kali kontolnya
menyemprotkan sperma dalam vaginaku,
terasa deras dan hangat menyentuh
rongga-rongga kelaminku.
Seketika tubuhnya mengejang..kemudian
ambruk di ats tubuh bugilku,rapat dan
hangat bermandikan keringat ,saling
memeluk dalam diam, meresapi apa yang
barusan kita lalui, terasa begitu indah
tiada bandingannya….sungguh sensasi
yang menurutku luar biasa..ternyata
persenggamaan dengan adik kandungku
terasa lebih nikmat dan rangsangannya
lebih menggairahkan,,….Beberapa saat
kami tak melepaskan pelukan kami…
walau disela-sela nafas kami yg masih
meburu,.namun setelah tubuh dan jiwa
kami terasa rileks lagi…Hardi turun dari
tubuh telanjangku yg telah
memberikannya kenikmatan,
dan berguling ke samping kananku tanpa
melepas dekapan tangannya dari
tubuhku. Akupun merubah posisi tidurku,
miring menghadap ke arahnya, dan
kupeluk erat tubuhnya yang
memancarkan aroma parfum yg
menggoda hasratku.
“Gimana sayaangg…..cappek….?”
Tanyaku sambil masih kupeluk erat dan
kutatap matanya
” Capeekk…tapi nikmatt…” jawabnya
sambil tersenyum.
“Mau laggi….?” tantangku sambil
bercanda…
“Pastiii….tapi istirahat
dulu……”Jawab adikku sambil mencolek
hidungku genit.
“Kapan pun kamu mau
sayaaanng…..asal kondisi aman, mbak
Yanti siap kok bercinta …..tapi……”
“Tapi apa, mbak…?” tanya adikku
penasaran
“Tapi kamu juga harus siap kalau mbak
lagi horny..ya ….?”
“Siap …siapa takuuutt……he…he…
he….”Akhirnya kami larut dalam canda
dan tawa layaknya sepasang kekasih
yang tengah dimabuk cinta,tanpa
merasa ada batas kakak dan adik.
Tak selang berapa lama, karena kami
tetap saling berpelukan dan saling raba,
akhirnya birahi kami bangkit kembali.Dan
tentunya permainan pun jadi lebih seru,
bebagai gaya kami pake, serta ngeseks
aku dan adikku durasinya jadi lebih
lama…..lebih hot dari pertama tadi.
********
Semenjak perzinahan malam itu, aku jadi
lebih ingin dipuaskan sama adikku
daripada oleh suamiku sendiri, yg
notabene, gaya seksnya monoton dan tak
tahan lama,serta ukuran penisnya yg
jauh berbeda dengan adikku,dan kontol
adikku lebih nikmat bila menggesek
vaginaku.
Namun begitu, aku tak pernah menolak
,bila suamiku meminta jatah dariku,
itupun jarang-jarang dia lakukan.Dia
sederhana saja dalam melakukan
hubungan suami istri,sedangkan diriku
memiliki nafsu seks yg berlebih, dan tak
bisa selamanya di puaskan oleh
suamiku.Sekarang..sudah dua minggu
aku tak melakukan ML ,sementara
suamiku dingin2 saja, seolah tak
mengerti hasrat dan gairahku.Aku jadi
teringat akan Hardi,adikku dan ingin
meminta belaian dan kehangatan
darinya. Kadang-kadang aku suka
merasa cemburu, bila mengingat Hardi
dan Titi tinggal serumah..dan tentunya
hasrat mereka lebih banyak tersalurkan
,karena banyak kesempatan yang mereka
miliki.
Sampai cerita ini ku kisahkan pada
pembaca dan kuselesaikan ,kini girah seks
ku bangkit lagi. Sudah dulu ya
kisahnya….aku mau menemui adikku,
kangen berat niiihh…
dan sudah punya momongan ,namanya
Septi Ningtyas ,masih berumur 5 tahun,
sekolah TK. Aku tiga bersaudara,
kebetulan aku anak pertama, yg kedua
namanya hardi usia 3 tahun di bawahku
,umur 22,sedangkan yg bungsu masih
sekolah di SMU, umurnya 16
tahun,namanya Nastiti.
Dari sini aku akan mengisahkan sebuah
perjalanan hidupku,yg menurut siapapun
pasti tak layak untuk ditiru..karena aku
akan kisahkan pengalaman pertama
ngeseks aku selain dengan suamiku,
yakni dengan adik kandungku sendiri……
Hari Minggu,sekitar jam 2 siang aku
pergi ke rumah ibuku untuk mengambil
pesanan dua pasang pakaian
batik,untukku dan untuk suamiku,mas
Bambang…karena sudah kebiasaan di
kota kecilku..Kota Klaten,Jawa
Tengah,bila ada resepsi pernikahan atau
acara hajatan lainnya ,para tamu
undangan maupun among tamu ( Para
penerima Tamu ),selalu mengenakan
pakaian khas Jawa,yakni pakaian
batik.Setelah kutitipkan anakku pada
mertuaku, yang kebetulan rumahnya tak
jauh dari rumahku, aku pergi dengan
mengendarai sepeda motor ke rumah
ibuku..karena jaraknya tidak terlalu
jauh..hanya 1 km dari rumahku.Sesampai
di pekarangan rumah yg agak luas dan
rimbun oleh pohon mangga dan rambutan
,sehingga suasananya terasa sejuk…ku
standarkan sepeda motorku di bawah
rimbunnya pohon mangga.
Ku melangkah menuju rumah yg tampak
sepi dengan daun pintu yg tertutup
rapat,…jangan2 tak ada orang di
rumah…pikirku dalam hati.
“Her….Ti…..” Tak ada jawaban,
kucoba putar grendel pintu…”Lho..gak
terkunci…apa pada tidur..ya ? tanyaku
dalam hati..terus kudorong daun pintu,
dan terus masuk menuju ke
belakang,karena kamar ibuku ada paling
belakang,karena ditelpon tadi,ibu bilang
pakaiannya di simpan di meja kamar ibu.
Ada 3 kamar di rumah ini, Yang depan ,
kamarnya adik bungsuku, belakangnya
kamar Herdi, sedangkan kamar ibu
terpisah dibelakang,menghadap ruang
keluarga.Saat aku melintas di depan
pintu kamar Hardi yg tertutup
rapat..kudengar suara cekikikan
seorang wanita…aku sejenak
menghentikan langkahku, dan dengan
pelan2 kudekati pintu kamar hardi,untuk
sekedar ingin tahu dengan siapa Hardi di
dalam kamar. Apa diam -diam Hardi suka
bawa pacarnya masuk ke dalam
kamarnya..saat ibu tidak di rumah..?
Siapa ya ceweknya…? Tanyaku dalam
hati dengan penasaran. Kudekatkan
kupingku ke pintu kamarnya….hening
sejenak….namun tak berapa lama
terdengar desahan dan erangan manja
seorang wanita yg tak begitu jelas
suaranya….
“Lagi pada ngapain mereka…?”
Naluriku sebagai seorang wanita yg
telah berumah tangga, meyakini adanya
percumbuan birahi di dalam kamar adikku.
Aku jd penasaran,siapa wanita yg
tengah Hardi cumbui, di siang hari gini…
Aku coba menempelkan sebelah mataku di
lubang kunci, Ya Tuhan……ada dua
insan telanjang bulat saling tumpang
tindih, dengan bibir saling berpagut
dengan mesranya…Tampak tubuh
keduanya saling meliuk dengan indahnya,
laksana penari erotis ….tengah terbuai
dalam lautan asmara…
Dadaku jadi berdegup kencang
menyaksikan pemandangan yg baru
pertama kali kulihat secara langsung,
pergumulan dua sejoli tengah di mabuk
cinta bergumul dalam luapan
birahi…..bukan seperti yg sering
kutonton dari kaset BF suamiku.Nafasku
jadi terasa sesak dan lututku bergetar
menyaksikan apa yg tengah terjadi di
atas kasur adikku.Namun aku masih
belum jelas melihat wajah gadis yg
tengah berada di bawah dekapan
Hardi..karena terhalang kepala Hardi yg
tengah mencumbunya …tiada hentinya…
Jantungku makin berdegup kencang…
kulitku serasa merinding
semua….perlahan kurasakan kontak
birahi pada bagian sensitifku….terasa
ada yg tengah berdenyut-denyut dari
kemaluanku….terus terang …aku jd
terangsang melihat pemandangan di
depan mataku…walau tak terlihat
seutuhnya…..Semakin kudengar
erangan manjanya…dan rintihan2
kenikmatan….dari dua insan berlainan
jenis yg tengah berpacu dalam
mengarungi samudera kenikmatan…
semakin besar pula nafsu birahi yg
bergolak dalam jiwaku…tak sadar
kuremas kedua payudaraku dan kuelus-
elus juga organ kewanitaanku yg mulai
terasa lembab ,terbakar oleh panasnya
nafsu
yg makin membara. Mataku kupicingkan
lagi makin menempel rapat pd lubang
kunci,demi mendengar rintihan yg makin
keras kudengar dan pergulatan dua
tubuh bugil yg makin seru…tanganku
makin cepat meremas susuku,dan
satunya kumasukkan ke balik celana
dalamku….aku masturbasi seiring
dengan desahan -desahan manja dari
balik pintu.Tak lama kudengar lenguhan
panjang dari mulut mereka.
“eeehhhmmm…mmasss…..Titi…mauuu
…kelluuuaarr r………aaaahhh…………
” Aku jadi kaget setengah mati, saat
gadis yg tengah berada di bawah pelukan
Hardi….ternyata adikku yg
bungsu,Titi…
“Mas juga sudah gak tahannnn…
sayang….ooohhh…mmmmmm
hhhh….”Erang Hardi disela genjotan
pantatnya yg naik turun dengan
cepat..disertai dengan pelukan erat
tangan Titi di leher Hardi, dan sepasang
kakinya dijepitkan ke pinggang Hardi
,seraya mengangkat pantatnya tinggi -
tinggi semakin menekankan memeknya yg
tengah disodok batang kemaluan Hardi.
“mass…ahh…….uuhhh……”Titi
mengerang lagi…….tanda telah
mencapainya. Dan Hardi pun merintih
panjang…dan kulihat terus terdiam
masih menindiah tubuh Titi. Keduanya
masih berpelukan, setelah kelelahan
berburu kenikmatan. Aku yg sudah tak
tahan, makin kegesek vaginaku, terus
kumasukan jari tanganku ke dalam
memekku. Kulihat di dalam sana Hardi
mencabut batang kontolnya dari memek
Titi, Ahh…aku sempat kaget dan kagum
dengan ukuran penis adikku…yg
ternyata ukurannya besar dan panjang,
berbeda dengan kontol suamiku yang
ukurannya biasa-biasa saja. Aku
menelan ludah…dan birahiku semakin
tinggi melihat besar dan panjangnya
kontol adikku, kepala kontolnya kelihatan
merah dan mengkilat oleh cairan kental
mereka berdua.
“sseeeerrrr…..seerrrrr….mani ku
keluar deras…berkali-kali membasahi
dua jariku yg kumasukkan ke
dalamnya.Dengkulku jadi terasa
lemas….dan nafasku sedikit ku tahan
….agar tak menimbulkan suara.Cepet2
ku melangkah dari situ dengan sedikit
jinjit…..menuju pintu keluar. Kututup
rapat pintunya, lantas kutuntun
motorku agak menjauh dari rumah,dan
kustater lalu kunaiki mendekat rumah,
agar disangka mereka aku baru datang,
dan kubunyikan klakson motor matic ku,
…..dengan begitu,mereka bisa dengar
dan segera berpakaian. Aku tidak buru-
buru mengetuk pintu, karena kutahu
mereka butuh waktu untuk mengenakan
pakaiannya kembali, yg sempat
berserakan di lantai dan tempat tidur.
Aku pura-pura membuka jok motorku,
seolah mengontrol bahan bakarnya,
padahal ku tahu bensin masih
penuh.Setelah kuperkirakan mereka
selesai berpakaian, ku panggil-panggil
adikku.
“Tii…..titi……” lantas ku ketok pintu
berulang-ulang,…
“Ya……” sahut adikku dari dalam,tak
lama kemudian membuka pintu. Kulirik
sekilas, Titi hanya mengenakan atasan
kaos tak ber BH, dan span putih, mungkin
karena terburu-buru.
“Eh…mbak Yanti…..kukira siapa…?”
“lagi tidur ya….Ti…?” tanyaku
seakan tak tahu.
“Iya…mbak……sendirian mbak..?”
“Iya….siSepti dititipin mbahnya
( mertuaku) sebentar,mbak cuma mau
ngambil batik yg mbak pesan dari Ibu.”
“oohh…”
Aku terus masuk,dan mengambil batik
dari kamar ibu, setelah pintu kamar
kututup lagi, aku pura-pura bertanya …
“Hardi kemana Ti….?”
“Gak tahu….paling tidur di
kamarnya…?” jawabnya bohong. Aku
cuma tersenyum dalam hati”’
“Har….har….” Kupanggil adikku
sambil kubuka pintu kamar tidurnya yg
tak terkunci,nampak Hardi tengah
tiduran sambil tengkurep.
“Ada apa mbak…?”katanya sambil
menoleh ke arahku , kemudian duduk di
tepi tempat tidur yg barusan dipake buat
bergumul dalam birahi.
“Nanti mbak mau minta tolong benerin
kipas angin,kamu gak ada kerjaan
kan?”tanyaku sambil ku;irik celana
kolornya, yg menonjol ke depan…
pikiranku jd aneh..dan tak karuan
setelah tadi kulihat adegan live
“Berpacu dalam birahi”. Aku jd
terangsang…saat kulihat batang
kemaluannya tercetak dibalik kolornya.
“Kutunggu ya Har….apa bareng
sekalian sama mbak….?”
“Ntar aja mbak…lagian ku mau mandi
dulu…” jawabnya.
“Ya sudah…..mbak pulang dulu….”
Jawabku sambil keluar kamarnya….
Sekitar jam 4 sore, kudengar suara
mesin motor berhenti depan rumahku, yg
tak lain motor adikku.
Saat itu..aku baru selesai mandi dan
masih berbalut handuk. Sengaja kuambil
handuk yang agak kecil, walau handuk
besar juga ada dan tergantung di
cantelan kamar mandi,agar sebagian
auratku
tampak dan terlihat oleh adikku
….karena terus terang saja,setelah
melihat kejadian tadi…aku pun jd
terangsang dan belum sirna sampai
sekarang,bahkan aku jg punya ide gila
untuk bisa merangsang adikku yg
memiliki penis yg besar ,dan ingin
merasakan kenikmatan seperti yg adikku
rasakan tadi.
Aku keluar kamar mandi dengan
menampakan sebagian payudara
montokku,bahkan lingkaran coklat muda
yg menghiasi putingku yg mulai mengeras
karena sudah horny semenjak tadi,
nampak mengintai dari balik lipatan
handukku.Dan paha putih mulusku
sengaja kupamerkan untuk memancing
libido adik laki-lakiku,yang tak bisa
ditutup handuk mungil yg hanya bisa
menutup pahaku sekitar sepuluh centi
dibawah vaginaku.
“Oh..kamu Har….” kataku setelah
Hardi masuk rumah yang pintunya
sengaja tak kututup,dan tampak oleh
sudut mataku , bagaimana adikku
memandang tubuhku tanpa berkedip.Aku
terus masuk kamarku dan memanggilnya.
“Sini Har..nih kipasnya..tolong
ya..perbaiki…sayang kalo beli lagi, ini
juga belum lama beli..tapi kok sudah gak
hidup….”
Hardi melangkah masuk kamarku, dan
aku sedikit menungging, meraih kipas
angin yg hendak diperbaiki, dan kuyakin
saat ini Hardi pasti tengah melihat
bagian intimku yg sengaja kuperlihatkan
padanya, walau seolah aku tak
menyadarinya. Terus terang aku pun tak
pernah menyangka bisa senekad ini, pasti
karena aku telah terbakar nafsu sejak di
rumah orang tuaku tadi, dan tak punya
rasa malu untuk mempertontonkan
sebagian auratku pada adikku
sendiri.Yang ada sekarang adalah
birahiku terasa bergelora dan ingin ada
yg memuaskan hasratku ,akal sehat
telah tertutup oleh hawa nafsu yg
menguasai batinku.
“Mas Bambang kemana mbak, kok gak
kelihatan ?” tanya Hardi sambil
menerima kipas angin yang kusodorkan
padanya, seolah untuk menutupi gejolak
rasa yg tampak dari wajahnya.
“Mas mu kan lagi bantu-bantu di rumah
budhe Siti…lusa kan mau mengadakan
acara hajatan perni-
kahan anaknya , si Marni…” jawabku
sambil berbalik menuju lemari pakaianku
dan menurunkan lilitan handukku ke
pinggangku.Kubiarkan bagian atas
tubuhku terbuka, dan mengambil baju
kaos putih tipis dari dalam lemariku,terus
kupakai tanpa menggunakan BH di
dalamnya. Kubiarkan payudaraku
tercetak dari balik kaosku yg tipis,
memperlihatkan puting mungil yg tampak
tegak mengeras, karena menahan
gejolak nafsu yg tengah aku mainkan
untuk mencoba memancing nafsu lelaki
remaja yang tengah besar-besarnya
gejolak birahinya, walau itu adikku
sendiri.
Hardi keluar kamar dan terus
memperbaiki kipas angin di ruang
depan,sementara aku meraih remot
control dan menyalakan tv sambil tiduran
di kasur lantai depan televisi.Sambil
memilih-milih channel, aku berpikir keras
,bagaimana caranya agar libidoku saat
ini bisa tersalurkan. Aku jadi berpikiran
nakal untuk memancing birahi adikku
,yang mampu membuat dadaku berdesir
manakala kuingat betapa gagahnya penis
adikku disaat berdiri ,panjang dan besar
melebihi punya suamiku.
Jantungku jadi tak karuan memikirkan
kegilaan yg kini aku rasakan,baru kali ini
aku bersikap seperti hilang akal sehatku
dan lebih dikuasai nafsu birahi yg ingin
segera memperoleh penyaluran.
Ada dorongan yg kuat dari dalam jiwaku
tanpa mengindahkan rasa malu dan
etika, desiran kenikmatan perlahan
menjalar menyusuri dinding-dinding
vaginaku, membuat lembab daerah
sensitifku,tersiksa oleh anganku sendiri.
Selang setengah jam, Hardi menenteng
kipas angin yg telah diperbaikinya,m
elangkah mendekatiku yang tengah
terlentang sambil nonton tv, kakiku
sengaja agak kubuka sedikit, dan
tonjolan dadaku jelas terlihat dibalik
baju tipis tanpa bra ,untuk memancing
gejolak jiwa adikku, yg telah
menghanyutkan aku dalam hayalan
nafsu.
“Nih mbak dicoba dulu,kayaknya
sekarang sudah bisa hidup”
“Yang rusak apanya ,Har..?”
“Kabel saklarnya putus…..”
“Dicoba disitu saja ,Har…belakang Tv
”
Adikku langsung membawa kipas angin
kebelakang tv dan mencoba
menyalakannya setelah mencolokkan
kabelnya.
“Hidup lagi mbak…..” kata adikku
sambil melihat ke arahku ,dan sekilas
sorot matanya kulihat menghunjam
tajam ke bukit kembarku.
“Makasih ya Har, kalau gitu tolong
sekalian pasang di kamar ,agar si Septi
nggak kegerahan tidurnya”
Adikku langsung mencabut kabelnya dan
membawanya ke kamar tidurku.Tak lama
kemudian dia balik lagi dan duduk di pojok
sofa sambil ikut nonton tv.
“Kamu gak buru-buru pulang ,kan
Har…?”
“Kenapa emang, mbak..?” adikku balik
bertanya.
“Tolong kerikin mbak,ya…kayaknya
masuk angin…tadi mau minta tolong
sama ibu ( mertua ),si Septi keburu rewel
ingin pulang, begitu nyampe langsung
tidur dia…”kataku mulai mencoba cari
cara agar bisa lebih dekat lagi untuk
sekedar melihat reaksi adikku.Dan sering
kubaca dari cerita2 dewasa, cara itu
biasanya akan lebih memungkinkan untuk
dapat membangkitkan syahwat dua
mahluk berlainan jenis, karena diawali
dari persentuhan dua kulit dan sedikit
menampakkan daerah sensitif akan
membangkitkan libido keduanya.
“Ya udah sini…pake apa
kerokannya….?’tanya adikku lagi
“Ambil body lotion mbak di kamar…di
atas meja rias Har….”
Hardi pun bangkit dari duduknya dan
melangkah menuju kamar.
Aku bangun dan duduk masih sambil
menonton tv, seolah kuanggap biasa-
biasa saja, padahal dalam hatiku tengah
bergemuruh memikirkan langkah apa yg
harus kulakukan, bingung antara
nafsuku pd diri Hardi adikku dan malu
pada dorongan hasratku yg tak bisa
kubendung.
“Dikerokin apanya mbak…lehernya apa
punggungnya..? tanya adikku sambil
duduk di belakangku.
“Semuanya Har..punggung dan leher
sekalian..”
“Nggak sekalian pijet…..biar
komplit…?”tanya adikku dengan nada
canda.
“Kebetulan itu…kalau mau…kebetulan
nih badan pegel banget….”
“Tuh kan…jadi nambah lagi….?’
“Habis…kamu nawarin..”
“Iya dehh….tapi kerokannya sambil
duduk apa sambil tiduran?” tanya
adikku
“Kalau mau terus dipijit sih enakan
sambil telungkup aja…” kataku sambil
melepas kaosku.Tubuh atasku langsung
bugil,karena memang aku tak memakai
bra,lantas ku telungkup di atas kasur
lantai .Hatiku jadi tak karuan sendiri…
menanti tangan adikku menyentuh tubuh
telanjangku dan bahkan nanti mungkin
merabanya dengan pijatan-pijatan
ditubuhku.Hardi menggeser duduknya ke
samping kiriku dan mengoleskan lotion
ketubuhku dengan ujung jarinya.
“Jangan keras-keras ya Har…asal
dikerok aja..” pintaku pada hardi
Hardi tak menjawab,tangannya mulai
mengerik punggungku mulai dari bahuku.
“Sudah lama nggak pernah lihat tubuh
mbak…sekarang tampak lebih bersih
ya..” kata adikku memuji.
“Jangan ngeledek kamu….padahal
tubuh mbak banyak dakinya kan..?
“Bener mbak…tubuh mbak Yanti
bersih..tambah montok lagi…” kata
adikku sambil tangannya terus mengerik
punggungku dari tengah ke samping.
Terkadang terasa geli di tubuhku
manakala kerikannya hampir menyentuh
pinggiran payudaraku yang menonjol
kesamping kiri kanan tubuhku.Tanganku
agak kuangkat ke atas agar tonjolan
payudaraku mendapat sapuan dari mata
adikku yang kuyakini Hardi pun pasti
menikmati suasana ini, seperti yg
kurasakan dalam jiwaku.
“Oouww..jangan terlalu keras Har…”
kataku sambil agak memiringkan badanku
menahan sakit dan geli, hingga bulatan
payudaraku yang putih mengkilap makin
terbuka.
“Ooohh…sorry..sorry…mbak…tak
pelanin lagi…”katanya seraya
berpindah ke pinggangku.
Sekarang kerikan di punggungku seolah
elusan saja..yang membuat nafasku kian
sesak menahan himpitan beban nafsu yg
bergemuruh semenjak tadi.Kini
tangannya berpindah mengerik tubuhku
sebelah kanan ,tanpa menggeser
duduknya,sehingga dengkul dan paha
kanannya menumpang di
bokongku,seakan ditekan-tekan seiring
dengan gerakan tangannya yg terus
mengerik punggungku, membuat
kemaluanku menekan nekan ke kasur
lantai alas tidurku,memberikan sensasi
yg nikmat menjalari tubuhku.Selang
beberapa menit ,selesai sudah
punggungku dikeriknya. Lantas Hardi
mulai
memijat tubuh bugilku dari pinggang
mengarah ke atas. Karena mungkin
posisinya yg tidak nyaman, dia bergeser
dan berjongkok mengangkangi tubuhku,
tanpa banyak bicara. Aku pun jadi lebih
banyak diam menikmati sentuhan halus
tangannya di punggungku,lebih
menyerupai belaian daripada pijatan
yang sesungguhnya. Kugeserkan bantal
penopang dadaku, hingga payudaraku
semakin meluber ke samping,dan ada
rasa nikmat dengan apa yang terjadi
kini,memamerkan auratku kepada adikku
sendiri yang telah mampu membuatku
jadi kelimpungan terbuai nafsu.
“Nah..disitu agak pegel-pegel Har…”
Kataku saat tangan hardi memijit
pinggiran buah dadaku, dan kuharap
Hardi berlama-lama memijit bagian itu
.Sesekali ujung jarinya kurasakan
menyentuh lebih dalam lagi ..dan
kubiarkan saja, sambil kunikmati pijatan
tangannya.Pahnya sesekali ditumpangin
di atas pahaku, dan saat tangannya
memijit bagan tengkukku, kurasakan
pantatnya menekan pantatku.
Jantungku jadi berdegup lebih kencang
,saat pantatku semakin sering ditekan
oleh pantatnya. Karena aku diam saja,
tampaknya Hardi makin berani
saja,sedikit demi sedikit kurasakan benda
keras di selangkangannya menekan
belahan pantatku,bahkan semakin lama
pijatan tangannya keatas kebawah
,diiringi dengan gesekan penis dibalik
celananya naik turun.
Ohhh….betapa nikmat sensasi yang
kurasakan, mendongkrak cairan dalam
rahimku meleleh mebasahi celana
dalamku. Betul-betul kenikmatan langka
dan jarang kudapatkan dengan diawali
oleh perasaan yg berkecamuk antara
nafsu ,ragu dan malu bercmpur jadi
satu.
Namun setelah birahiku mendapat
sambutan dan mulai memuncak,
keraguan dan rasa malu perlahan
sirna,berganti dengan gelombang pasang
bergemuruh seiring desahan halus tak
tertahankan keluar dari bibir mungilku.
“Ssshhhh…..sshhh…..hhhhh……”
Hardi masih terus menggesekan penisnya
di belahan pantatku,sementara
tangannya kini menyentuh pinggiran
buah dadaku yang merambat lebih
kedalam lagi, nafasku semakin terasa
panas dan darahku kian mendidih.Sedikit
kuangkat tubuhku ,agar tangan halus
itu makin mudah memberikan kenikmatan
dan menyapu seluruh bagian payudaraku,
yang telah menanti sejak tadi untuk
dijamahnya.Kubenamkan wajahku pada
bantal, menahan rasa nikmat yg
melumuri jiwaku,sambil kupejamkan
mata ini meresapi tiap sentuh tangan
adik kandungku.Dalam kelembutan
belaiannya,kini kurasakan ada hembus
nafas mendekati telingaku, dan kecupan
bibir menggelitik telingaku,pipi,rambut
dan sentuhan tangan yang membalik
tubuhku untuk terlentang ….hingga
setiap lekuk wajahku dibelai dan disapu
bibir dan lidah adikku. Dan tubuhku yg tak
terbungkus pakaian lagi memamerkan
dua bukit kembar yang putih bersih dan
masih lumayan kenyal, dihiasi dengan
puting coklat muda yg telah keras
mengacung ,menantang untuk dihisap
dan dinikmati.Terus terang…aku yang
sudah merasakan libidoku naik sedari
tadi, dibuat tak berdaya untuk bertahan
lama-lama dalam situasi seperti ini.
Vagina makin basah oleh lendir yang
terus mengalir, setiap sentuhan nikmat
menjalari tubuhku.
“Har…ooohhh…ssshhh….hisap
Har……” mulutku tak ragu lagi untuk
mengerang dalam gelora nikmat yang
menerpa diiringi gelinjang tubuhku dan
remasan gemas dirambut dan punggung
adikku ,yang kini tengah menindihku,
mencium leherku, menjilati dadaku
meremasnya dan menghisap serta
menggigit-gigit puting mungilku.Tak
tahan dengan semua ini, cepat kudorong
sedikit tubuh adikku, kuraih kancing
bajunya dan kulucuti..setelah bajunya
terlepas..kembali adikku menyerang leher
dan bibirku. Lidahnya menyeruak masuk
dan menari dalam rongga mulutku,kedua
tangannya meremas dua bukit
kembarku,memilin putingnya, dan
seketika tangan kanannya melepaskan
cengkraman di payudaraku, menuruni
perutku dan menggelitik pusarku, geli
dan nikmat tak terhingga menyergap
jiwaku melambungkan anganku ke alam
nirwana,nirwana dunia yang teramat
indah. Terus jari jemarinya menyusup ke
celana tipisku. Aku yg sudah sangat
terbuai alunan melodi nafsu yang
menggebu,senantiasa mengangkat tubuh
adikku dan meraih ikat pinggangnya
,lantas kubuka celana panjang dan
celana dalamnya. Secepat kilat
kupelorotkan kebawah dan kujepit
dengan jari kakiku kutarik lagi hingga
terbebaslah penis nan tegak berdiri
dengan gagahnya, yg mampu membuatku
terbang melayang ke alam hayal penuh
birahi,dan kini penis keras dan besar di
depan mataku tak kusia-siakan…kuraih
dan kugenggam serta kuremas dengan
penuh nafsu. Sementara itu bibir adikku
kini bergerilya di puting susu kiriku
,tangan kirinya meremas buah dada
kananku ,dan tangan kananny
membebaskan lembah kenikmatanku dari
celana kolor tipisku, dan terpampanglah
dua bibir yang menjepit klitoris mungilku,
dihiasi bulu-bulu halus yg senantiaa
kurawat dengan rapi . Memekku nampak
semakin basah kuyup, sebagian lendir
membasahi anusku, dan semakin terasa
berkedut-kedut saat jemari adikku
mengelus belahan di selangkanganku
tanpa menghentikan hisapan bibirnya di
puting susuku. Dan jari tengahnya
kini….
“Auuwww….Harr…ssshhh..adduuhhh
….ennaaakk ……ssssshhh….aaa
ahhhh…….”Aku mengerang merasakan
nikmat yang tiada bandingannya, bahkan
dengan suamiku pun aku jarang
mendapatkan sensasi sek yang indah
seperti sekarang ini….Tangan Hardi
bermain dengan lincahnya di bagian
sensitivku, klentitku dijepitnya dengan
ibu jari dan telunjuknya, dipelintir-plin
tir ooohhh…membuat tubuhku seakan
melayang, dan jari tengahnya perlahan
diselusupin menembus lubang surgawi
ku….kuangkat pantatku menerima
sodokan jari tangannya, tanpa
kulepaskan genggaman tanganku dari
kontolnya yg tegak sempurna sambil
kukocok kocok dengan gemas dan…….
“Ooouuugghhhh….sshhhh….HHHaaaa
rrrr….mbaa ak gggaaaakkkk….ta
aaahhhhannnnn….mmoooo..keluuarr
r….AAhhhhh……”Sambil mengejang dan
menggengam batang kontol adikku yang
masih keras…tak kuasa ku menahan
gelombang datang dari dalam
tubuhku..hingga …semburan lendir
kenikmatan mengalir dengan derasnya
dari liang vaginaku
“Cccrrreeetttt…ccrreeetttt….cc
rreetttt….seee rrr..serrrr….” diiringi
dengan kedutan kedutan cepat dan keras
dari dalam rongga vaginaku…..dan saat
itu pula batang penis dalam
genggamanku berkedut.kedut dengan
kerasnya tanda hampir mencapai puncak,
dibarengi dengan remasan di bukit
kembarku makin kencang, hingga
kurasakan sakit-sakit nikmat.
“Aaaakuu….juga….gaak….taahhaaa
nnn….mbbaakk k…aahhhh……..cro
oott….crott….croot….cro oooott.”
lendir hangat menyemprot dengan deras
membasahi perut dan dadaku, sebagian
meleleh lengket dan licin dalam
genggamanku yang tengah mengocok –
ngocok batangnya.Lantas tubuh adikku
menindih lemas diatas tubuh bugilku,
bermandikan keringat seperti juga
diriku, setelah menyelesaikan satu babak
permainan birahi terlarang ,penuh
kenikmatan……
Tak lama kemudian, tubuh adikku
berguling ke samping tubuhku, ditengah
nafasnya yg masih tersengal, dia
palingkan wajahnya ke arahku..
“Maaf ya mbak…..aku tak bisa
menahan……”
Kututup bibirnya dengan jari telunjukku
sebelum melanjutkan kata-katanya,
sambil tersenyum ku berkata…
“Gak usah minta maaf….mbak tak kan
menyalahkanmu, mbak juga salah dan
memang kita berdua salah telah berbuat
seperti ini…tapi apa mau dikata….nafsu
telah menguasai kita..tanpa melihat
siapa kita sebenarnya,walau kita kakak
adik, dan itu terlarang menurut agama.
Tapi sudahlah…kita jalani saja kalau
memang kita suka….yang penting hal ini
jangan sampai tercium oleh orang
lain..selain kita berdua, Karena terus
terang mbak juga jadi tidak bisa
menahan gairah nafsu mbak sendiri.
Kamu menyesal Har…?” tanyaku sambil
kutatap matanya , dan segurat senyum
menghiasi bibirnya.
“Nggak, mbak…justru aku bahagia…
karena mbak mengerti dan bisa
memakluminya….sudah sejak lama aku
menyukai mbak Yanti, tapi ku tak bisa
berbuat apa-apa, karena hal ini tidak
pantas aku lakukan ,mengingat mbak
Yanti kakakku sendiri…Tapi hari ini…
hayalanku jadi kenyataan….aku suka
mbak Yanti..”
“Iya Har..mbak juga sayang
kamu….tapi kita tatap harus jaga
rahasia kita,jangn sampai ada
penyesalan karena keteledoran
kita..kamu tahu kan maksud mbak..?
tanyaku sambil kubelai penisnya yg mulai
lemas. Hardi mengangguk dan mencium
mesra bibirku…
“Aku mengerti sayang…” katanya
sambil tersenyum
“Ihhh…adikku ini pinter
ngegombal……” kataku sambil kucubit
lembut pinggangnya.
“Emang aku sayang kok….”timpalnya
“Udah ah…pake pakaiannya dulu,takut
ada orang….” kataku sembari bangun
meraih kaosku yang tergeletak dibawah
kakiku.
“tapi mbak..aku masih ingin…”
“Sudah..nanti diterusin malam aja
kalau masih ingin…kamu tidur di sini aja,
sambil nemenin mbak, mas Bambang kan
nggak pulang hari ini..dia nginep di rumah
budhe nya,jadi nanti mbak bilang sama
ibu agar kamu nemenin mbak, soalnya
mbak takut snediri di rumah…biar nggak
curiga apa-apa…”
“Kalu gitu sih…aku nggak mau mbak…
nggak mau nolak..gitu….”
“Uuuhhh…bisa aja kamu….sudah pake
tuh celananya..nanti senjatanya
meledak lagi……”
********
Selepas maghrib, suasana terasa sepi,
hanya suara jengkrik dan binatang2
malam yg terdengar mendendangkan
nyanyian-nyanyian alam diiringi angin
semilir berhembus menerpa daun-daun
bambu gemersik di belakang rumah.
Bulan sabit tampak menggantung
mengintip dari balik jemari ranting pohon
akasia ,menghiasi malam yg kian sunyi.
Setelah selesai makan,kami mengobrol
sambil nonton tv di ruang tengah,diiringi
canda mesra dengan Hardi,walau sedikit
sembunyi2 dari anakku. Aku tak mau
anakku keceplosan ngomong sama
suamiku ,jika perbuatanku nanti terlihat
begitu mesra dengan adikku, karena
anak seumuran dia akn berkata jujur
dengan apa yg dilihatnya.
“Ssstt….” sambil bibirku ku majukan
ke arah anakku,saat Tangan Hardi
menyelinap di bawah ketiakku, meremas
lembut bukit kembarku.
“Nggak lihat kok…aku ngaceng lagi
nih,mbak….”kata Hardi sambil
tangannya tetap meremas-remas
buah dadaku yang perlahan putingnya
tegak mengacung, karena rangsangan
adikku.
Tangan kiriku kutumpangkan ke atas
kemluannya yg menggelembung di balik
celananya.
Birahiku perlahan meninggi juga, saat
tangan Hardi menyusup dari bawah
kaosku memilin -milin puting susuku,dan
remasan tanganku makin agresif pada
kemaluan Hardi yg kian mengeras bak
sebatang kayu, diiringi desis pelan bibirku
yg tak bisa menahan letupan rangsangan
dari jemeri adikku.Sadar akan situasi
yang kurang tepat,lantas aku minta
Hardi untuk menghentikan dulu
agresinya,
“Ntar aja Har, nunggu Septi tidur,
sayang kalau dikeluarin sekarang..nanti
keburu loyo lho…?”
“Habis aku gak sabar, mbak…”
“Tahan dulu sayang..nanti juga mbak
kasihkan semuanya…..nunggu dia tidur
dulu,nanti kebablasan di sini malah kita
yang repot…..ya..” pintaku sambil
kukecup bibirnya . Perlahan tangannya
ditarik dari balik kaosku,septi tampak
asyik dengan tv nya sambil membelakangi
kami.
Nafsuku juga memang sudah menjalari
peredaran darahku, namun kutahan
sambil membujuk anakku agar cepat
tidur.
“Bobo yuk sayang…ibu udah ngantuk
nih…” ajakku pada anakku yg masih
duduk depan tv.
“belum ngantuk,ma….” Jawab anakku
sambil gelengkan kepala.
“Kan besok mau ke tempat mbah
Siti….ayah juga kan di sana…jadi kita
bisa berangkat pagi-pagi sayaaang..”
rayuku agar anakku mau beranjak tidur.
“Bentar lagi ah…..belum ngantuk….”
rengek anakku
“Ya sudah nonton sendiri ya..ibu mau
tidur..om Hardi juga mau tidur….besok
kalu septi kesiangan bangunnya ,ibu
tinggal lho,biar Septi sama om Hardi di
rumah…” Siasatku berhasil, Septi
berdiri dan pergi ke kamar tidur
mengikutiku.
Hardi tampak tak sabar menunggu saat-
saat pelayaran mengrungi samudera
asmara,sementara dibalik celananya
sang adik masih tegang menanti…begitu
juga memekku sudah berkedut ingin
segera menyambut kedatangannya, ingin
segera dielus dan diselami
kedalamannya…..
sekitar 20 menit kukeloni anakku,dan
menahan himpitan birahiku, akhirnya
anakku tidur juga ,walau belum terlihat
pulas.Perlahan ku beringsut dari atas
kasur, dan keluar menghampiri hardi yg
wajahnya tampak semringah…..
“Sudah tidur,mbak…..?”tanyanya gak
sabar.
“Sudah…kayaknya sudah nggak sabar
nih adikku ini..?”Jawabku sambil duduk
di samping kiri adikku.
“Tahu aja…..habis sakit nih…tegang
terus…..” sambil menunjuk ke arah
penisnya.
“Kaciaannn…sini keluarin…..biar gak
sakit lagi dedeknya….” Kataku sambil
membuka resleting celananya, kulorotin
ke bawah,sekali tarik keluar rudal yg
tegang dan keras serta berukuran super
mengacung-acung bebas..tangan Hardi
tak tinggal diam..dia buka ikat pinggang
yang melilit dan membuka pengait celana
panjangnya lantas diturunin sebatas
paha, membuat penisnya semakin nampak
jelas makin membuatku horny, dihiasi
bulu lebat sampai ke buah zakarnya.Tak
puas dengan mengocok…lantas aku
jongkok sambil kutarik lepas celananya,
kusapu kepala penis yg memerah itu
dengan ujung lidahku. Kaos yang kupakai
ditarik adikku hingga tergantunglah
dengan indahnya payudara
montokku,bukannya memuji diri sendiri,
tapi walaupun aku sudah punya anak,
memeng buah dadaku masih kenyal dan
padat, karena aku tak pernah menyusui
anakku.Septi kubesarkan dengan susu
sapi, karena saat aku melahirkan bayi
Septi, ASI ku sangat sedikit,jadi
kuputuskan untuk kususui dengan susu
bubuk saja, hingga umur tiga tahun.
Batang penis Hardi kian kaku,dan sedikit
mengeluarkan lendir bening, saat kijilati
lubang kemihnya diiringi dengan erangan
nikmat dari bibirnya. Tetek ku tak lepas
dari remasan kedua tangannya, puting
mungil mengacung sesekali dipilin-pilinny
a makin membuat sukamaku
terbang.Wajahku tak luput dari serbuan
bibirnya , disertai hembusan nafasnya yg
kian memanas menerpa wajahku.
Seketika aku ditariknya berdiri oleh
adikku, dengan sigap kedua tangannya
menarik celana yang kukenakan berikut
cd nya hingga bugil. Jembut halus dan
lebat yng menutupi vaginaku
disibaknya.Bokongku ditariknya dan
mulutnya nyosor dengan cepatnya
menyibak bulu-bulu yg menghalangi liang
vaginaku.Aku sedikit membuka kakiku
untuk mempermudahnya memainkan
vaginaku. Lidahnya menari-nari dengan
lincah dibelahan memekku, ditambah
klitoris yg menyembul imut digelitik
dengan ujung lidahnya,membuat aku tak
sadar menjambak rambut adikku dan
kutenggelamkan wajahnya dalam
selangkanganku.Sapuan lidahnya makin
liar,terkadang masuk mengucek-ngucek
lubang kenikmatanku,kadang klitorisku
dijepit keras dengan kedua bibirnya dan
ditarik-tarik keluar membuat aliran
darahku seakan terhenti..berganti
dengan aliran lendir asmara perlahan
meleleh dari rahimku.Kuakui..Hardi lebih
mampu memberikan keindahan dalam
bermain seks daripada suamiku yang
kurang agresif dalam bercinta. Cairan
kenikmatanku dijilati dengan lahapnya.
Bokongku tak lepas dari cengkraman
jari-jarinya dan diremas-remas dengan
gemasnya.Lututku serasa goyah dan tak
tahan lagi berdiri,Kutarik baju yang
masih dikenakannya,setelah kami sama-
sama telanjang, kujatuhkan tubuhku
diatas tubuh adikku, hingga Hardi
terlentang daiatas sofa dan melepaskan
serangan gencarnya di bagian
sensitifku. Kini aku ambil inisiatif
menciumu setiap lekuk wajahnya, kugigit
lembut kupingnya, kujilati lubangnya,
hingga adikku tampak menganggkat
bahunya menahan geli dan nikmat yg
berpadu jadi satu, tangan kananku
mengocok kemaluannya yg telah basah
oleh lendir yg kian licin melumuri kepala
penisnya, hingga kocokannku makin
lancar naik turun dari kepala hingga
pangkalnya.Kulumat dan kugigit lembut
bibirnya, kumasukan lidahku ke dalam
mulutny, lidah kami saling menyerang dan
berbelit liar, semakin becek oleh liur
birahi,syarafku makin tegang serta
tubuhku semakin panas membara.
“Aduuh mbakkk…aku tak
tahaaannnn….masukin yaaa…..?”
Pinta adikku sambil meremas kuat di
kedua payudaraku, setelah pagutan
kedua bibir kami terlepas.
Aku hanya bergumam saja disela
kulumanku di puting susu kiri Hardi.
Kedua tangan Hardi seketika
mengangkat tubuhku dan menariknya ke
bawah, hanya beralaskan kasur lantai
yang tipis. Kedua kakiku
dikangkangkannya, aku pun tak sabar
segera menarik tubuhnya sambil kutekuk
kakiku dan kubuka lebar -lebar.Kuraih
batang keras yg mulai licin dan sudah
tegak sempurna, dan kuarahkan ke pintu
masuk kenikmatan duniawi. Hardi pun
seakan tak kuasa lagi menunggu lebih
lama untuk menyusuri lorong-lorong
kenikmatanku,langsung menekan
pantatnya setelah ujung kontolnya
menempel di belahan vagina merekahku
tanpa hambatan, Blleeesssss…………
.crookkk….
Terdengar sedikit keciprak becek dalam
vaginaku yang telah berlendir karena tak
kuasa lagi menehan kenikmatan yang
baru aku alami bersama orang lain,selain
suamiku sendiri. Hardi,..adiikku orang
pertama yang mampu mebangkitkan
nafsuku dan mampu mendobrak pagar
ayuku…dan mampu memberikan
keindahan yang berbeda dalam
percintaan dan persenggamaan.
“Ssssssshh…..” desisku tak kuasa
kutahan mengiringi getaran nikmat saat
kapala penis yg besar dan panjang
melesak dalam vaginaku, hingga
menyentuh rahimku.
“Aaahhh….sss…” Hardipun
merasakan sensasinya yang luar biasa
saat pertama kalinya tenggelam dalam
kemeluanku.
Perlahan ditariknya ke atas batang
penisnya dan ditekan lagi penuh perasaan
dengan irama yg teratur,sambil
kunikmati setiap sodokan penisnya,
kuikuti iramanya, pantatku naik turun
mengiringi irama genjotannya. Naik
turun dengan lembut,namaun lama
kelamaan sodokan demi sodokan
diarahkannya semakin cepat, disela
nafasnya dan nafasku yang makin
memburu….lendirku makin banyak dan
syaraf-syaraf vaginaku makin
menegang..
“Ssshhh…..aaahhhh….HHaaarrr,,,
,enaaaakk sseeekkkaallliii …
uuuuhhhh…..mmbbaakk
gggaakkktahhhaannn…….”
Demi mendengar rintihanku…,Hardi
makin menggenjotku lebih cepat dan lebih
dalam, gesekan kontol gedenya
memberikan gesekan yg luar biasa
nikmatnya…ada rasa ngilu…namun
terasa lebih nikmat , mungkin karena
ukurannya yg besar panjang itu hingga
terasa sesak dalam lobang
memekku.Bulu-bulu kemaluannya yang
lebat dan kaku, seakan ikut memainkan
peranan dalam menggelitik klitorisku,
terasa geli dan ooohhh…sungguh nikmat
bangeet……
Sungguh , aku dibuatnya tak bisa
menahan lebih lama lagi dalam menerima
kenikmatan yg adikku berikan…
“Leebh cepaaat…HHHHaar
rrrr,mmbbaakkkk mmoooo
kkellluuaaarrrr……….”
Tak tahan lagi akhirnya kepalaku terasa
pening, pandangan mataku mengabur
dan tak mampu lagi untuk
terbuka…..kernyit dahi dan mataku
terpejam rapat menghiasi raut wajahku
mengiringi gelora air maniku yang tak
kuas lagi kubendung……kakiku dengan
refleks mengikat kuat pinggang adikku…
dan……erangan penghantar
kenikmatam keluar dengan seketika.
“AAAhhhhh…..ssssshhhhhh ……
ccrreeettttt….cretttttttt…….
ccrreeettt ……croot..croott….”
Bibirku tak sanggup lagi bersuara..diten
gah nafasku yg tersengal, kurasakan
keudtan dari batang kemaluan adikku
juga makin cepat , sambil mengejang dan
memeluk erat tubuhku ,dibenamkanlah
wajahnya di leherku, bareng dengan
semakin menekan nya kepala penis di
liang surgawiku.
“OOOhhhhh…mbbaakkk,….ennnaaakk
kk….nnbbaaakkk k……hhhheeeeeegg
jhhhh…..”
CCrroooottt….ccrroooottt…croooottt..
entah berapa kali kontolnya
menyemprotkan sperma dalam vaginaku,
terasa deras dan hangat menyentuh
rongga-rongga kelaminku.
Seketika tubuhnya mengejang..kemudian
ambruk di ats tubuh bugilku,rapat dan
hangat bermandikan keringat ,saling
memeluk dalam diam, meresapi apa yang
barusan kita lalui, terasa begitu indah
tiada bandingannya….sungguh sensasi
yang menurutku luar biasa..ternyata
persenggamaan dengan adik kandungku
terasa lebih nikmat dan rangsangannya
lebih menggairahkan,,….Beberapa saat
kami tak melepaskan pelukan kami…
walau disela-sela nafas kami yg masih
meburu,.namun setelah tubuh dan jiwa
kami terasa rileks lagi…Hardi turun dari
tubuh telanjangku yg telah
memberikannya kenikmatan,
dan berguling ke samping kananku tanpa
melepas dekapan tangannya dari
tubuhku. Akupun merubah posisi tidurku,
miring menghadap ke arahnya, dan
kupeluk erat tubuhnya yang
memancarkan aroma parfum yg
menggoda hasratku.
“Gimana sayaangg…..cappek….?”
Tanyaku sambil masih kupeluk erat dan
kutatap matanya
” Capeekk…tapi nikmatt…” jawabnya
sambil tersenyum.
“Mau laggi….?” tantangku sambil
bercanda…
“Pastiii….tapi istirahat
dulu……”Jawab adikku sambil mencolek
hidungku genit.
“Kapan pun kamu mau
sayaaanng…..asal kondisi aman, mbak
Yanti siap kok bercinta …..tapi……”
“Tapi apa, mbak…?” tanya adikku
penasaran
“Tapi kamu juga harus siap kalau mbak
lagi horny..ya ….?”
“Siap …siapa takuuutt……he…he…
he….”Akhirnya kami larut dalam canda
dan tawa layaknya sepasang kekasih
yang tengah dimabuk cinta,tanpa
merasa ada batas kakak dan adik.
Tak selang berapa lama, karena kami
tetap saling berpelukan dan saling raba,
akhirnya birahi kami bangkit kembali.Dan
tentunya permainan pun jadi lebih seru,
bebagai gaya kami pake, serta ngeseks
aku dan adikku durasinya jadi lebih
lama…..lebih hot dari pertama tadi.
********
Semenjak perzinahan malam itu, aku jadi
lebih ingin dipuaskan sama adikku
daripada oleh suamiku sendiri, yg
notabene, gaya seksnya monoton dan tak
tahan lama,serta ukuran penisnya yg
jauh berbeda dengan adikku,dan kontol
adikku lebih nikmat bila menggesek
vaginaku.
Namun begitu, aku tak pernah menolak
,bila suamiku meminta jatah dariku,
itupun jarang-jarang dia lakukan.Dia
sederhana saja dalam melakukan
hubungan suami istri,sedangkan diriku
memiliki nafsu seks yg berlebih, dan tak
bisa selamanya di puaskan oleh
suamiku.Sekarang..sudah dua minggu
aku tak melakukan ML ,sementara
suamiku dingin2 saja, seolah tak
mengerti hasrat dan gairahku.Aku jadi
teringat akan Hardi,adikku dan ingin
meminta belaian dan kehangatan
darinya. Kadang-kadang aku suka
merasa cemburu, bila mengingat Hardi
dan Titi tinggal serumah..dan tentunya
hasrat mereka lebih banyak tersalurkan
,karena banyak kesempatan yang mereka
miliki.
Sampai cerita ini ku kisahkan pada
pembaca dan kuselesaikan ,kini girah seks
ku bangkit lagi. Sudah dulu ya
kisahnya….aku mau menemui adikku,
kangen berat niiihh…
Komentar