Langsung ke konten utama

Postingan

CERBUNG | KELUARGA PAK TRISNO 10

Setelah pesta seks keluarga yang kami lakukan untuk pertama kalinya tadi, hingga hampir pukul delapan pagi ini kami baru sempat sarapan. Mmmm...sedap juga nasi goreng udang buatan si Tini pembantuku ini, kemana perempuan itu? Oh iya, diminggu pagi seperti ini biasanya setelah bersih-bersih rumah dan menyiapkan sarapan dia keluar bersama teman-teman seprofesinya jalan-jalan ke pasar tumpah yg tak jauh dari komplek kami, semacam pasar kaget yang hanya ada diminggu pagi seperti ini. Tapi aku menjadi sedikit kurang nyaman dengan keberadaan pembantu rumah tangga itu, bagaimana jika perempuan itu mengetahui apa yang kami lakukan sekeluarga ini, sebagai seseorang yang bekerja dan menetap dirumah ini, lambat laun dia pasti juga akan tahu dengan apa yang kami lakukan, untuk memberhentikannya jelas tak mungkin, karna kami begitu membutuhkannya. Ah, persetanlah, aku rasa dia bukanlah type orang yang usil, dan bukanlah orang yang memiliki keberdayaan untuk usil, karna dia juga membutuhkan pekerjaa...

CERBUNG | KELUARGA PAK TRISNO 8

Dengan canggung Nanda memasuki kamarnya, kamar yang aku dan istriku kini tengah duduk diatas ranjangnya. " Ada apa lagi ma?" tanyanya, sambil menundukan wajah imutnya. " Aduh...kamu jangan murung begitu dong sayang...mama betul koq udah gak marah lagi, tanya aja tuh sama papa..." " Iya Nanda, mama udah gak marah lagi koq... " ujarku, untuk lebih meyakinkan ucapan istriku kepada Nanda, yang saat itu telah mengenakan daster tipis yang sempat diraihnya tadi ketika istriku menyuruhnya untuk keluar. Dari balik dasternya itu terbayang jelas kalau dia sudah tidak mengenakan pakaian dalamnya yang memang masih berserakan diatas ranjang ini. " Iya Nanda, mama memang sudah gak marah... Oh iya Nanda, tadi kamu bilang kamu masih kentang ya? Kamu mau dientotin lagi sama papa? sampai kamu puas... Mau ya sayang..mama juga mau liat nih aksi kamu, papa bilang kamu hebat, mama jadi penasaran nih..sehebat apa sih anak mama ini..." Ah, dasar istriku ini, omongannya i...

CERBUNG | KELUARGA PAK TRISNO 9

Secangkir kopi yang dihidangkan pembantuku cukup pas dalam mememaniku menikmati pagi yang cerah ini, setelah tadi sedikit berolah raga ditaman belakang rumah, lalu kemudian mandi dan keramas. Keramas? tentu saja, setelah tadi malam aku menikmati dua tubuh wanita sekaligus, yaitu istriku dan Nanda, putri kandungku. tentu saja paginya aku harus keramas, walau sampai saat ini aku masih belum paham mengapa pula harus keramas setelah berhubungan badan, toh yang berhubungan badan adalah alat kelaminku, bukan rambutku. Ah, bagiku itu bukanlah hal yang penting untuk dibahas, dan yang pasti setelah semalam menikmati surga dunia nan indah bersama istri dan anakku, dipagi harinya keramas adalah betul-betul menyegarkan, dan tak ada salahnya aku melakukan itu setiap selesai bersetubuh,dan tentunya hanya sebagai kebiasaan semata, tak lebih. Dari arah kamar utama, istriku melangkah kearahku, pagi ini dia hanya mengenakan calana pendek hot pan dengan atasan tank tops, sehingga terekspose keindahan pah...